Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Polusi Printer Laser Perlu Studi Lanjutan

Polusi Printer Laser Perlu Studi Lanjutan


- detikInet

Jakarta - Temuan ilmuwan Australia tentang printer laser yang bisa mengganggu kesehatan mendapatkan tanggapan yang beragam. Juru bicara Hewlett Packard (HP) menandaskan bahwa selama hampir dua tahun, mereka telah bekerja dengan para ilmuwan untuk mempelajari emisi printer laser. Dalam emailnya ke The Francisco Chronicle seperti dikutip detikINET, Jumat (3/8/2007), HP belum bisa memastikan komposisi kimia apa yang terdapat dalam partikel polutan serta sumbernya dalam sistem printer. Oleh karena itu perlu dilakukan studi lebih lanjut. "HP percaya bahwa semua printer laser mengeluarkan partikel nano dalam derajat tertentu," tulis Horn. Ia menambahkan bahwa emisi ini berasal dari berbagai komponen dalam printer dan berukuran begitu kecilnya sehingga sulit dianalisis.Di sisi lain, studi pada masa lalu menemukan bahwa mesin foto kopi juga mengeluarkan partikel polusi udara. Namun para peneliti di Queensland University Australia mengatakan bahwa printer laser lebih bermasalah dibandingkan mesin foto kopi.Menurut Charles J. Weschler, pakar polusi udara dari Rutgert University, ilmuwan masih perlu meneliti lebih lanjut pengaruh dari partikel polutan peralatan kantor terhadap kesehatan manusia.Sementara, ilmuwan lingkungan dari the Lawrence Berkeley National Laboratory, Hugo Destaillats dan Randy Maddalena memuji usaha ilmuwan Australia yang menguji coba printer laser tersebut. Mereka menandaskan bahwa studi lebih lanjut masih diperlukan.Russel Marchetta, juru bicara perusahaan Ricoh Americas Corp, mengaku senang karena hanya satu printer laser produksi mereka yang diteliti yang mengeluarkan polutan (rendah). Sedangkan empat produk Ricoh lainnya disebut tidak mengeluarkan polutan sama sekali. (wsh/wsh)




Hide Ads