Hacker Cewek Masih 'Barang Langka'
- detikInet
Semarang -
Kata 'hacker' sepertinya masih identik dengan kaum pria. Sebagai bukti, pada ajang National Hacking Competition 2007 di kota Semarang, hanya ada dua wanita berlaga atas nama Yuni dan Yudith. Mereka pun menjadi pemandangan istimewa di tengah ruangan perlombaan yang didominasi laki-laki."Ya menurut saya karena hacker masih identik dengan lelaki," kata Nugroho, salah satu peserta kompetisi memberi alasan kepada detikINET, Sabtu sore (7/7/2007). "Namun jangan salah lho. Ada juga hacker cewek yang jago. Malah biasanya, sekali ada hacker cewek dia biasanya lebih jago daripada hacker kebanyakan," tambahnya."Mungkin mereka masih malu-malu. Cewek kok jadi 'hacker'. Apa tidak ada hobi yang lain?" sergah Ilham, peserta lomba yang lain. Ia pun beranggapan bahwa memang sudah 'adatnya' bahwa hacker itu lelaki. Sejauh ini, merupakan sebuah keanehan jika wanita menjadi hacker.Ditanya mengenai hal yang sama, Michael S. Sunggiardi selaku penggagas acara ini mengatakan bahwa hobi hacker identik dengan logika. Maka, wajar jika kebanyakan hacker adalah pria yang menurutnya mengandalkan logika. "Kalau wanita kan lebih mengandalkan emosinya. Menurut saya demikian," kata Michael.Mengenai jumlah hacker wanita yang ikut kompetisi sendiri, Michael memberi keterangan. "Di Semarang ini ada dua, di Bandung kemarin ada empat. Sementara di Padang ada tiga dan di Medan juga ada dua," ungkapnya.Kehadiran dua kaum hawa di arena perlombaan pun menjadi perhatian tersendiri. Bahkan di tengah acara, mereka disuruh maju ke depan ruangan dan diberi hadiah masing-masing sebuah boneka panda dari panitia acara. Setelah difoto bersama, mereka kembali unjuk kebolehan dan secara serius kembali berlomba melawan peserta-peserta pria.
(dwn/wsh)