Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Penggunaan Elektronik Meningkat, Listrik 'Meledak'

Penggunaan Elektronik Meningkat, Listrik 'Meledak'


- detikInet

Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi, penggunaan alat-alat elektronik termasuk komputer, drastis membuat konsumsi listrik membengkak. Penduduk di Inggris menghabiskan biaya sebesar 12 miliar poundsterling atau 210 triliun per tahunnya untuk membeli alat-alat elektronik. Angka tersebut adalah yang terbesar di Eropa. (1 poundsterling = Rp 17.564 sumber: detikcom)Menurut lembaga Energy Saving Trust, tingginya konsumsi peralatan elektronik ini menjadi tantangan dalam usaha menurunkan konsumsi energi dan melawan perubahan iklim. Penggunaan listrik untuk asupan energi diprediksi akan 'meledak'. Hal itu terungkap dalam laporan berjudul 'The Energy Saving Trust's Ampere Strikes Back'.Era 'Information, Comunication, Entertainment (ICE) Age' diprediksi akan menyerap sebanyak 45 persen dari seluruh energi listrik yang digunakan di rumah tangga Inggris pada tahun 2020. Dan energi sebesar ini hanya digunakan untuk peralatan elektronik seperti televisi, alat-alat Teknologi Informasi (TI) seperti komputer dan lain-lain."Sebuah TV layar datar baru misalnya, membutuhkan tiga kali lebih banyak energi listrik daripada TV jenis tradisional," kata Philip Sellwood, Chief Executive Energy Saving Trust, seperti dikutip detikINET dari IT News, Kamis (5/7/2007).Dalam tiga tahun, jika kecenderungan penggunaan alat elektronik terus meningkat, listrik untuk menghidupkan alat-alat ini akan membengkak menjadi lebih besar daripada listrik yang digunakan untuk penerangan jalan di Inggris Raya.Studi ini memperingatkan bahwa seharusnya peralatan elektronik dimatikan jika sedang tidak digunakan untuk mencegah terbuangnya energi listrik secara sia-sia. Di samping itu, para produsen gagdet seharusnya juga membantu upaya penghematan ini dengan menciptakan produk yang lebih hemat energi. (dwn/dwn)




Hide Ads