Software Buta Huruf Wakili Indonesia di Imagine Cup
- detikInet
Jakarta -
Piranti lunak yang dirancang untuk membantu mengatasi buta huruf akan mewakili Indonesia dalam kompetisi Microsoft Imagine Cup tingkat internasional di Korea. Aplikasi piranti lunak bernama 'ABC' itu dikembangkan oleh Tim Aksara yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Aplikasi yang membutuhkan waktu pengembangan selama 6 bulan ini dirancang untuk bertindak sebagai guru yang mengajari seseorang yang buta huruf. Tim Aksara menyatakan piranti lunak ini dikembangkan dengan latar belakang masih adanya 8 persen orang Indonesia yang buta huruf. Tim itu ingin mengubah cara belajar konvensional dengan bantuan teknologi. "Melalui software ini, penggunanya bisa belajar menghitung, membaca, dan menulis. Penggunanya tidak perlu harus bisa belajar dulu, karena mereka hanya memencet tombol on dan off dan belajar melalui gambar-gambar yang telah disediakan," tutur Desi, anggota tim Aksara, di Cafe Tea Addict, Jl Gunawarman, Jakarta, Senin (2/7/2007). Investasi yang harus dikeluarkan untuk pertama kali mengaplikasikan software ini menurut Desi membutuhkan dana Rp 12 juta, untuk instalasi dan software. Biaya per bulannya mencapai Rp 400.000 untuk perangkat keras dan perawatan. Tim Aksara ini nantinya akan mewakili Indonesia dalam Imagine Cup tingkat internasional kategori Software Design. Imagine Cup akan diadakan di Korea Selatan pada 6-11 Agustus 2007. Hadiah untuk Tim Aksara di tingkat Indonesia adalah uang Rp 10 juta dan kesempatan magang di Microsoft. Jika menang di Korea, juara pertama akan mendapatkan US$ 25000 dan kesempatan bertemu Bill Gates. Juara kedua kompetisi adalah Tim Musicaholics dari Institut Teknologi Bandung yang mengembangkan aplikasi Musicologus yaitu aplikasi piranti lunak untuk belajar musik. Aplikasi ini mengandalkan kemampuan menganalisa musik yang dimainkan. Tim ini memenangkan Rp 8 juta. Juara ketiga adalah Tim Garuda dari STT Telkom-Bandung. Aplikasi Cakrawala yang dikembangkan tim ini merupakan book center yang diambil dari konsep digital library. Selain mampu menampilkan buku dalam koleksi, aplikasi ini juga bisa membacakan isi buku untuk didengarkan penggunanya. Tim ini memenangkan Rp 6 juta. Layak BisnisMenurut salah satu juri, Tahir Tahang, wakil dari Indonesia (Tim Aksara) mempunyai prospek untuk menembus enam besar di kejuaraan dunia. Pasalnya, ujar Tahir, software semacam ini belum pernah dibuat sebelumnya. Juri di tingkat internasional, ujar Tahir, sebagian besar merupakan venture capital. ABC pun dinilai cukup matang secara bisnis. "Untuk diwujudkan, secara bisnis juga memiliki potensi yang baik," ujar Tahir. Di Indonesia ada 533 pendaftar dari sekitar 30 universitas di Indonesia. Jumlah ini melonjak dari tahun lalu yang hanya 123 pendaftar, menurut pernyataan resmi Microsoft Indonesia. Hal yang patut disayangkan adalah, pendaftar masih didominasi oleh universitas di pulau jawa. Bahkan, tidak ada satu pun pendaftar yang berasal dari luar jawa. Piranti lunak Imagine Cup dinilai dari inovasi, efektivitas, dan dampak terhadap masyarakat. Selain itu juga prospek bisnis piranti lunak tersebut.
(wsh/wsh)