Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sebar Parodi Online, Gereja Anti-Gay Dituntut

Sebar Parodi Online, Gereja Anti-Gay Dituntut


- detikInet

Kansas - Sebuah gereja di Topeka, Kansas, Amerika Serikat yang dikenal untuk pelaksanaan pemakaman para tentara kini sedang menghadapi tuntutan dari perusahaan musik atas tuduhan pelanggaran hak cipta.Hak cipta yang dimaksud adalah parodi video lagu 1980-an berjudul 'We Are the World' yang beredar di Internet. Lagu tersebut diklaim dimiliki oleh Warner/Chappel Music Inc. yang berlokasi di Los Angeles, Amerika Serikat.Pengacara untuk Gereja Westboro Baptist, Shirley Phelps-Roper menyatakan parodi 'God Hates the World' dilindungi oleh undang-undang First Amandement atas hak kebebasan berbicara dan mengekspresikan keagamaan. Ia menyatakan, gereja yang menjadi kliennya tersebut berniat untuk tetap melanjutkan peredaran video mereka di Internet.Sementara itu, pastor Westboro Baptist, Rev. Fred Phelps Sr menyatakan telah mengadakan kampanye anti homoseksual secara nasional. Gereja tersebut menganggap kematian yang dialami para tentara yang bertugas di Irak dan Afghanistan merupakan hukuman Tuhan atas toleransi yang diberikan Amerika Serikat kepada para kaum homoseksual.Shirley yang juga anak perempuan sang pastor mengungkap, apa yang mereka lakukan merupakan usaha untuk membawa pesan kepada generasi masa kini.Namun apa yang dilakukan gereja tersebut ditanggapi lain oleh sang pemilik hak cipta lagu. "Menurut rekaman kami, tidak ada permintaan dibuat untuk menggunakan komposisi lagu, tidak ada otoritas atau lisensi yang dikeluarkan atas penggunaan komposisi di situs (situs gereja-red)," ujar Kelly Isenberg, diretur legal dan perjanjian bisnis Warner/Chappel Music Inc. dalam sebuah surat yang ditujukan untuk gereja.Parodi yang mengikuti lagu 'We Are the World' dalam format video itu menampilkan kelompok penyanyi yang berasal dari anggota Westboro Baptist.Awalnya, lagu asli 'We Are the World' digunakan untuk menghimpun dana bagi bencana kelaparan. Artis-artis besar bergabung didalamnya, seperti Ray Charles, Stevie Wonder dan Bruce Springsteen. Demikian dikutip detikINET dari AP, Minggu (20/5/2007). (lni/wsh)




Hide Ads