Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Internet, Penyedia Peralatan Cho untuk Membantai

Internet, Penyedia Peralatan Cho untuk Membantai


- detikInet

Blacksburg - Pihak penyidik terus melakukan investigasi terhadap pelaku pembantaian 33 orang di Universitas Virginia Tech, Cho Seung-Hui. Temuan baru mengungkap, Cho mendapatkan amunisi senjatanya dari eBay.Hani Durzy, juru bicara eBay mengatakan, Cho membeli sejumlah amunisi di eBay sekitar tiga minggu sebelum melakukan penyerangan. Ia melakukan transaksi setelah melihat klip iklan di eBay. Namun, perusahaan menganggap mereka beroperasi secara legal karena mempunyai izin dari pihak berwajib. Selain itu lanjut Durzy, Cho menggunakan account di situs lelang online ini untuk menjual berbagai barangnya seperti tiket hoki sampai buku horor."Dalam waktu 24 jam setelah identitas Cho diungkap ke publik, kami menghubungi penegak hukum untuk menawarkan perwakilan dalam memberikan informasi," ujar Durzy, seperti dilansir detikINET dari Associated Press, Senin (23/4/2007). Pihak penyidik selanjutnya mengalihkan investigasi ke account email milik Cho, termasuk alamat Blazers555@hotmail.com yang telah digunakan pria berumur 23 tahun itu untuk bertransaksi di eBay."Ketika subyek investigasi adalah seorang penyendiri seperti Cho, komputer dan ponsel miliknya merupakan sumber untuk menggali informasi," tutur salah satu pakar.Temuan ini merupakan kelanjutan dari hasil investigasi sebelumnya yang mengungkap Cho mendapatkan senjata dari internet. Saat itu, Eric Thompson menjual senjata model Walther kaliber 22 kepada Cho di toko onlinenya www.thegunsource.com."Ini merupakan sebuah mimpi buruk. Kami telah menaati peraturan untuk mencegah terjadinya hal ini. Dan sialnya, orang gila seperti dia (Cho-red) dapat melakukannya," sesal Thompson.Thompson mengaku sama sekali tidak menyangka bisnis yang ia jalankan terlibat kasus ini, sebelum akhirnya agen federal Amerika Serikat (ATF) meneleponnya. Tak pelak, Thompson pun ikut dimintai keterangan.Berdasarkan keterangan Thompson, Cho membeli senjata mautnya seharga US$ 267,63 ($1 = Rp 9098, sumber: detikcom) dengan membayar pakai kartu kredit. Cho juga diketahui tidak membeli barang yang lain serta baru pertama kali berbelanja di situs ini.Akibat peristiwa ini, Thompson jadi merasa bersalah kepada para korban dan keluarganya. Bapak tiga orang anak ini juga menyediakan link di situsnya yang terhubung ke situs donasi bagi keluarga korban. (ash/ash)






Hide Ads