YouTube Akan Miliki Sistem Penyaring Konten
- detikInet
Jakarta -
Akhirnya Google mengambil tindakan setelah dihantam banyak kasus terkait hak cipta video yang terpasang di YouTube, situs besutannya.Bersama beberapa rekanan, raksasa mesin pencari tersebut mengadakan uji coba sistem penyaring konten demi menjaga video-video yang dilindungi hak cipta.Dikutip detikINET dari Playfuls.com, Kamis (19/4/2007), Direktur Eksekutif Google, Eric Schmidt, dalam konferensi National Association of Broadcasters di Las Vegas, Amerika Serikat, mengungkapkan, sistem penyaring konten ini akan siap dirilis dan bekerja dalam beberapa minggu mendatang. Ia sendiri memberikan label pada teknologi baru ini dengan sebutan 'Claim Your Content'.Dengan sistem ini, semua pemegang hak cipta bisa mendaftarkan hak cipta mereka di YouTube. Sementara semua video yang di-upload ke YouTube akan disaring dengan sistem Claim Your Content tersebut. Dan jika video tersebut belum mendapatkan hak cipta, otomatis akan dihapus.Google tak begitu saja mendapatkan 'ilham' untuk menciptakan sistem penyaring konten tersebut. Tahun lalu, The Japan Society for Rights of Authors, Composers and Publishers (JASRAC) bahkan meminta secara resmi situs berbagi video tersebut untuk secara proaktif selalu memeriksa hak cipta dari video yang mereka tayangkan. Beberapa analis bahkan menganggap YouTube gagal menunjukkan legalitas untuk distribusi video yang mereka sajikan.Selain kasus tersebut, tahun ini, Microsoft menuduh Google telah melakukan pelanggaran hak cipta melalui layanan Google Book Search dan YouTube. Thomas Rubin, Microsoft Associate General Counsel menyampaikan pernyataan yang "menampar" Google. Rubin mengatakan bahwa Google secara sistematik melakukan pelanggaran hak cipta. Menurutnya, Google memposisikan diri seolah semua konten bisa di-copy secara gratis, meski para pemilik hak cipta telah memperingatkan Google dan memintanya berhenti. Pernyataan Rubin tersebut mewakili keluhan lima penerbit besar yang mengajukan tuntutan hak cipta kepada Google sejak 17 bulan silam.'Claim Your Content', menurut Google, sudah hampir dirilis pada tahun lalu. Namun dikarenakan beberapa masalah yang harus ditangani, maka peluncurannya pun ditunda.
(lni/wsh)