Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sistem Peringatan Dini Tsunami Jepang Diguncang

Sistem Peringatan Dini Tsunami Jepang Diguncang


- detikInet

Jepang - Beberapa waktu lalu, Jepang meluncurkan sistem peringatan dini tsunami-nya yang diklaim sebagai salah satu sistem terakurat di dunia dalam mendeteksi gempa dan memprediksi tsunami. Sistem berbasis satelit ini sedianya dengan cepat memberikan peringatan akan terjadinya tsunami. Peringatan tersebut akan mengaktivasi perangkat komunikasi di daerah-daerah yang terhubung dengan sistem, mengeset sirene dan menyiarkannya melalui radio.Kini untuk pertama kalinya, perangkat canggih tersebut diuji oleh alam, saat gempa mengguncang Jepang dengan kekuatan 6,9 SR pada Minggu, 25 Maret 2007 kemarin. Lulus UjianPada kejadian tersebut boleh dibilang sistem peringatan dini itu lulus ujian. Sistem tersebut berhasil mendeteksi guncangan bawah tanah yang pertama sebelum datangnya gempa utama. Pada deteksi pertama tersebut, sistem secara otomatis memperkirakan besarnya intensitas guncangan sebelum gempa besar mencapai permukaan. "Oleh karena itulah, kami dapat memberikan peringatan dalam waktu satu menit," ujar Yosuke Igarashi, petugas di agen meteorologi seperti dikutip detikINET dari Physorg.com, Senin (26/3/2007). "Kami memulai mengoperasikan sistem peringatan dini ini sejak beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini belum pernah ada kesempatan untuk menguji cobanya untuk memberikan peringatan dini ancaman tsunami," akunya. Sebelum alat ini diterapkan, agen meteorologi biasanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menyiarkan peringatan ancaman tsunami setelah terjadinya gempa utama.Sistem peringatan ini kemudian mendorong warga di semenanjung Noto untuk menuju dataran yang lebih tinggi karena naiknya permukaan air Laut Jepang setelah sekitar 2 jam.Namun sayang, gempa yang terjadi pada sekitar 9.42 pagi waktu setempat tersebut tetap menyisakan korban luka sebanyak 170 orang dan meninggal 1 orang.Jepang memang kerap mengalami gempa berkekuatan 6 skala richter (SR) atau lebih. Sebanyak 10 persen gempa di dunia, yang berkekuatan 6 SR atau lebih, terjadi di Jepang. Gempa dengan berkekuatan seperti ini, jika terjadi di bawah laut, dapat memicu tsunami. (lni/nks)







Hide Ads
LIVE