Beli Obat Online Sembarang, Nyawa Melayang
- detikInet
Jakarta -
Sungguh tragis memang nasib Marcis Bergeron (57 tahun). Alih-alih sembuh dari sakit, obat yang ia beli secara online malah mempercepatnya ke liang kubur.Wanita asal Kanada ini terpaksa meregang nyawa setelah menelan pil yang dikiranya adalah obat penenang. Padahal sebenarnya pada pil tersebut terkandung material radioaktif.Seperti dilansir VNUnet dan dikutip detikINET, Minggu (25/3/2007), setelah dilakukan penelitian pada obat yang dikonsumsi Bergeron, didalamnya terkandung sejumlah bahan berbahaya seperti uranium, strontium, selenium, alumunium, barium dan boron."Ini merupakan suatu hal yang tragis, seharusnya siapapun berkonsultasi (terlebih dahulu) dengan dokter dan jangan pernah (sembarangan) membeli obat secara online ataupun membalas penawaran metode penyembuhan yang memberikan harga murah," tegas Graham Cluley, konsultan senior teknologi dari Sophos.Sebelum ditemukan tergeletak tak bernyawa di rumahnya minggu lalu, Bergeron diperkirakan untuk pertama kali mengkonsumsi obat berbahaya ini setelah nataltahun lalu. Bergeron hanya mengeluhkan penglihatannya yang menjadi kabur dengan disertai kerontokan pada rambutnya.Dari hasil investigasi pihak berwajib di rumah korban, ditemukan 100 butir pil tak berlabel yang setelah ditelusuri ternyata dibeli Bergeron dari sebuah situs yang mengklaim menjadi pemasok legal perusahaan farmasi asal Kanada."Sungguh gila untuk membeli obat-obatan dari pihak yang tak dikenal. Siapa yang tahu apa yang terkandung didalamnya," tambah Cluley. Sementara itu, asosiasi farmasi Kanada mengatakan, lebih dari 50 persen obat yang diperjualbelikan di dunia maya disinyalir merupakan barang palsu atau kualitas yang dihasilkan di bawah standar.
(ash/dbu)