Soal Laptop DPR
Menkominfo : Pilihlah Open Source!
- detikInet
Jakarta -
Menanggapi pro kontra seputar rencana pengadaan laptop bagi 550 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Menkominfo Sofyan Djalil mengaku mendukung pembelian perangkat komputer jinjing tersebut."Kita sih setuju saja kalau tujuannya untuk meningkatkan produktifitas, tapi untuk harga (Rp 21 juta-red) ya gak sampai segitulah, itu kan melalui tender," ujar Sofyan kepada detikINET di sela-sela acara rapat dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, Kamis(22/3/2007).Lebih lanjut Sofyan menjelaskan, jika rencana itu terwujud ia menyarankan jika bisa laptop tersebut tidak menggunakan aplikasi proprietary. "Kalau bisa pilihlah open source," tandasnya. Namun menurut Sofyan, pilihan tersebut juga tergantung dari keinginan DPR sendiri. "Nah justru ini tantangan bagi pengembang OpenSource untuk memberikan support mereka di DPR," tukas Sofyan. "Kalau anggota Komisi I memang ingin pakai OpenSource, karena mereka memang ingin belajar," tambahnya.Sementara itu, Suparlan, salah satu anggota komisi I DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan menganggap keberadaan laptop tersebut merupakan sesuatu yang penting untuk peningkatan kinerja anggota DPR. "Kalau memang mau serius bekerja laptop itu harus," tegas Suparlan.Ia beralasan, perangkat tersebut akan sangat membantu dalam menghimpun data-data yang telah dikumpulkan. "Kita butuh laptop itu untuk merangkum penelitian-penelitian," kilahnya.
(ash/ash)