Sedang Dikembangkan
Fasilitas Video Mobile untuk Tuna Rungu
- detikInet
Jakarta -
Meski tidak bisa mendengar, para penyandang tuna rungu nantinya bisa menggunakan ponsel untuk berkomunikasi. Sebuah perangkat kompresi video untuk ponsel saat ini tengah dikembangkan peneliti di Amerika Serikat.Penyandang tuna rungu selama ini lebih memilih cara berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat langsung ketimbang menggunakan jaringan mobile. Pasalnya, mengkomunikasikan bahasa isyarat melalui jaringan mobile bukanlah hal mudah karena bandwidth yang tersedia belum cukup besar untuk menghantarkan video.Inilah yang menjadi salah satu alasan para peneliti untuk mengembangkan perangkat kompresi video tersebut. Perangkat ini sedianya memungkinkan pengiriman video orang yang sedang berbahasa isyarat melalui jaringan sekalipun bandwidth jaringannya kecil.Bagaimana metode pengirimannya? Adalah dengan mengirimkan frame-frame gambar yang mengalami perubahan bentuk atau gerakan sehingga metode ini dapat menghemat bandwidth. Namun demikian, metode ini memiliki kekurangan karena bikin boros baterai.Menurut ilmuwan komputer Richard Ladner dari University of Washington, kalkulasi dan pengkompresian video akan menghabiskan baterai ponsel sangat cepat. Demikian dilansir Softpedia dan dikutip detikINET, Jumat (2/3/2007).Dijelaskan Ladner, sistem tersebut nantinya hanya akan terfokus pada gerakan tangan, lengan dan wajah. Khusus untuk wajah, sistem ini mencoba mempresentasikan wajah sang pembawa isyarat agar lebih jelas terbaca.Alasannya, gerakan tangan dan lengan lebih lambat sehingga dapat dengan mudah terbaca dengan tingkat ketelitian rendah. Sementara untuk bagian wajah, membutuhkan tingkat ketelitian tinggi karena gerakan wajah jauh lebih kecil dan terkadang kurang jelas. Banyak orang yang menterjemahkan bahasa isyarat dengan 95 persen perhatian terpusat pada wajah lawan bicaranya.Sistem yang sedang dikembangkan ini nantinya akan dapat menghantarkan video pada bandwidth 10 hingga 12 kbps. Sebelum sistem ini dapat dinikmati oleh para penyandang tuna rungu, menurut para peneliti, mereka harus menjalin kerjasama lebih dahulu dengan para produsen ponsel dan operator untuk menanamkan sistem tersebut dalam produk-produk mereka.
(lni/dwn)