'Friendster' Versi Indonesia Makin Digemari
- detikInet
Jakarta -
Situs Friendster meraih sukses khususnya di kalangan anak muda. Situs jaringan pertemanan dari Amerika Serikat itu seakan menjadi identitas tambahan dalam biodata para penjelajah internet. Layanan serupa kemudian muncul dari dapur dalam negeri. Tak kalah memikat, aneka situs pertemanan ini menawarkan kelengkapan fitur dan keindahan desain yang pantas dibanggakan. Tidak hanya itu, layanan 'Friendster' versi Indonesia ini pun makin diminati, terbukti dari jumlah pelanggannya yang terus bertambah.Temanster (www.temanster.com) misalnya, situs yang meng-Indonesia-kan nama Friendster ini, oleh pengembangnya diklaim telah memiliki 76.923 anggota. Padahal pada awal 2006 layanan ini tercatat memiliki 3.000 anggota. Situs ini memiliki desain yang cukup menarik dengan menampilkan foto salah seorang anggota lengkap dengan deskripsi diri di halaman depan. Selain menyediakan layanan pertemanan, situs ini juga menyediakan fasilitas blog. Sayangnya calon anggota sering menemui kesulitan saat melakukan pendaftaran ke layanan ini. Hal ini ditanggapi pengembangnya dengan merencanakan perbaikan pada situs tersebut.Lalu ada juga Fupei (www.fupei.com) yang tampil dengan desain atraktif, dengan pilihan warna-warna pastel yang kontras dan kental nuansa anak muda. Soal fitur, bisa dibilang situs ini menawarkan fitur paling lengkap, karena menyediakan banyak fitur tambahan seperti Jurnal (Blog), Forum, Games, Event, serta fasilitas berbagi musik dan video.Anggotanya juga terus bertambah. Seperti diklaim pengelolanya, situs yang lahir pada bulan Mei 2004 ini kini memiliki 36.000 anggota. Padahal sampai awal tahun 2006 jumlah anggotanya tercatat baru 8.000 anggota. Pertambahan jumlah anggota tersebut, menurut pengembangnya dipicu karena upaya mereka melakukan perubahan konsep tampilan pada pertengahan tahun. Mereka berusaha membuat layanannya jadi lebih ramah pengguna dan mengadopsi teknologi Web 2.0. Terakhir adalah Sohib (www.sohib.com). Dibanding Friendster situs ini memiliki desain dengan warna yang lebih cerah. Situs ini bisa dibilang sangat terbuka dalam hal statistik, baik yang terkait dengan keanggotaan maupun aktivitas kunjungan. Pengelolanya dengan gamblang mencantumkan jumlah anggota di bagian bawah halaman depannya, sehingga bisa dilihat setiap saat. Selain itu, tersedia link khusus yang membeberkan statisktik web terkait aktivitas kunjungan para anggotanya.Seperti tertera pada halaman depannya, jumlah anggota Sohib terus bertambah. Jika pada Oktober 2006 tercatat ada 9.000-an anggota, maka saat artikel ini ditulis indikator jumlah anggota menunjukkan angka 31.083.Dibandingkan dengan Friendster, situs-situs lokal tersebut terbilang masih kalah pamor. Pesonanya belum mampu menggusur jaringan pertemanan asal negeri Paman Sam itu dari hati para penggemar pergaulan online. Hingga tahun 2006 anggota Friendster diperkirakan mencapai 20 juta orang, jauh di atas jumlah anggota situs-situs lokal. Dilihat dari sistem kerjanya, jaringan pertemanan akan digemari jika para anggotanya mampu dipertemukan dengan banyak teman. Makin banyak teman yang bisa ditemuinya, makin setia mereka terhadap suatu jaringan pertemanan.Jika jaringan pertemanan lokal ini mampu mempertemukan banyak orang, bukannya tidak mungkin popularitas Friendster akan tergusur Temanster, Fupei atau Sohib. Siapa tahu?
(nks/nks)