Harusnya Dipenjara, Pendiri Startup Bodong Malah Tinggal di Rumah Mewah

Harusnya Dipenjara, Pendiri Startup Bodong Malah Tinggal di Rumah Mewah

ADVERTISEMENT

Harusnya Dipenjara, Pendiri Startup Bodong Malah Tinggal di Rumah Mewah

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 23 Jan 2023 16:30 WIB
Elizabeth Holmes
Harusnya Dipenjara, Pendiri Startup Bodong Malah Tinggal di Rumah Mewah Foto: Getty Images
Jakarta -

Elizabeth Holmes, pendiri startup Theranos yang ketahuan menipu ternyata masih hidup foya-foya di rumah mewah. Padahal ia sudah dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun dan tiga bulan terkait kasus penipuan yang dilakukan perusahaannya.

Holmes dinyatakan bersalah pada awal Januari 2022 karena menipu investor. Ia kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun lebih pada November 2022.

Holmes diperintahkan untuk menyerahkan diri ke penjara pada 27 April 2023. Tapi ia mengajukan banding atas vonisnya dan meminta hakim untuk membiarkannya tetap bebas setelah bulan April sementara proses sidang bandingnya berjalan.

Namun, jaksa penuntut mengatakan Holmes harus tetap menyerahkan diri sesuai rencana pada April 2023 dan berada di balik jeruji besi kecuali dibebaskan dalam persidangan baru.

"Waktunya telah tiba bagi Elizabeth Holmes untuk bertanggung jawab atas kejahatannya yang dilakukan hampir satu dekade lalu. Tidak ada dua sistem keadilan - satu untuk orang kaya dan satu untuk orang miskin," kata jaksa penuntut dalam dokumen pengadilan terbaru, seperti dikutip dari BBC, Senin (23/1/2023).

Sembari menunggu proses bandingnya berjalan, Holmes saat ini tinggal di sebuah rumah mewah bersama pasangannya William Evans dan dua orang anaknya. Menurut dokumen pengadilan terbaru, pengeluaran Holmes dan keluarganya mencapai USD 13.000 atau Rp 194 jutaan per bulan.

Jaksa penuntut mengklaim lokasi kediaman Holmes dan kondisi keuangannya memungkinkan perempuan berusia 38 tahun itu untuk kabur ke luar negeri. Karena itu jaksa penuntut berargumen bahwa Holmes harusnya dipindah ke penjara.

Ternyata, menurut dokumen pengadilan yang sama Holmes pernah membeli tiket pesawat sekali jalan ke Meksiko hanya beberapa hari setelah dinyatakan bersalah pada 3 Januari 2022. Penerbangan itu dijadwalkan berangkat pada 26 Januari 2022, dan diketahui oleh pemerintah AS pada 23 Januari 2022.

Holmes mendirikan startup kesehatan Theranos setelah dropout dari Stanford University saat usianya 19 tahun. Valuasi perusahaan itu langsung meroket setelah mengklaim bisa mengembangkan perangkat yang bisa mendiagnosis penyakit hanya dengan satu tetes darah.

Kesuksesan Theranos sempat menjadikan Holmes sebagai salah satu perempuan terkaya di dunia. Tapi keburukan Holmes mulai terendus setelah Wall Street Journal menerbitkan artikel yang meragukan teknologi alat diagnosis buatan Theranos.



Simak Video "Twitter Sudah Bisa Diakses Lagi di Turki Pascagempa"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT