Pengamat soal Serial Killer di Bekasi-Cianjur: Nyata, Bukan Film

Pengamat soal Serial Killer di Bekasi-Cianjur: Nyata, Bukan Film

ADVERTISEMENT

Pengamat soal Serial Killer di Bekasi-Cianjur: Nyata, Bukan Film

tim detikcom - detikInet
Minggu, 22 Jan 2023 11:00 WIB
A dead body laying on the floor behind crime scene tape in a darkened room with muted color.
Pengamat mencoba memberikan pandangannya soal kasus serial killer di Bekasi-Cianjur yang menelan sembilan nyawa orang. Foto: Getty Images/Rich Legg
Jakarta -

Sudah ditetapkan polisi, ada tiga orang tersangka kasus pembunuhan berantai (serial killer) di Bekasi-Cianjur. Tiga tersangka serial killer itu adalah Wowon Erawan (Aki), Solihin (Duloh) dan M. Dede Solehuddin.

"Berdasarkan pengakuan melakukan sebuah perjalanan perjuangan pembunuhan. Ternyata korban meninggal dunia di Bekasi ini dibunuh karena para tersangka ini diketahui melakukan tindak pidana lain. Apa tindak pidana lain itu, mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau biasa disebut serial killer dengan motif janji-janji yang dikemas dengan kemampuan supranatural untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya," ucap Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Akibat pembunuhan berantai tersebut, nyawa sembilan orang melayang. Kejamnya lagi, mereka menyasar orang-orang terdekat. Hariqo Satria Pengamat Media Sosial dari Komunikonten mencoba melihat kasus ini dari sudut pandangnya. Menurutnya, konten yang membuat orang marah, kecewa, atau terkejut adalah konten yang paling berpotensi direspon oleh pengguna media sosial.

"Berbagai jenis emosi itu (sedih, berang, dan lain-lain) ada dalam konten terkait pembunuhan oleh dukun di Bekasi. Respon (komentar dan lain-lain) seorang netizen di medsos bisa memengaruhi netizen lain, dan komentar itu tergantung latar belakang dan tujuan," ujar Hariqo.

Masih kata Hariqo, istilah 'serial killer Bekasi' yang digunakan netizen dan judul berita di media merujuk pada istilah film. Dia pun menambahkan, kisah yang tidak bisa disangka-sangka ini membuat orang merasa ini suatu kejadian yang hanya bisa terjadi di film-film.

"Orang tentu membayangkan, dukun itu tersenyum ramah saat orang datang meminta uangnya digandakan. Jadi klien datang menyerahkan uang dan nyawa sekaligus. Imajinasi ini yang membuat netizen berujar 'kayak film saja'. Maksudnya kok ada orang setega itu, punya kepribadian aneh," tuturnya.

"Tapi tetap harus disampaikan, bahwa kejadian di bekasi itu fakta, bukan film. Agar orang waspada dan paham, bahwa orang dengan karakter keji, kejam sekaligus ramah seperti itu memang ada," sambung Hariqo.

Pelajaran lain bagi netizen, Hariqo menyarankan untuk berpikir lebih dalam untuk langkah antisipasi. Pikirkan bagaimana agar kasus serupa tidak terjadi pada diri sendiri dan keluarga tersayang. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan tetap berpikir kritis dan jangan mudah termakan rayuan dan kekayaan instan.



Simak Video "Kesaksian Aslem, Korban Penipuan Serial Killer Wowon Cs"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT