Kominfo Geber Gerakan Smart City 2022

Kominfo Geber Gerakan Smart City 2022

ADVERTISEMENT

Kominfo Geber Gerakan Smart City 2022

Anggoro Suryo - detikInet
Minggu, 04 Des 2022 19:46 WIB
Smart City
Ilustrasi smart city (iStock)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar seminar dan pameran Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2022 bertajuk "Recover Together, Recover Stronger" di Jakarta, berlangsung pada 30 November - 1 Desember 2022.

Kegiatan dihadiri perwakilan dari 141 kabupaten dalam rangka evaluasi implementasi program Smart City 2022. Menurut Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Bambang Dwi Anggono, Gerakan Smart City memiliki tujuan untuk membimbing kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dalam rangka merancang pembangunan berbasis digital dengan memperhitungkan potensi dan tantangan di setiap daerah.

Lebih lanjut menurutnya, program Smart City dapat membawa inovasi-inovasi yang ada di Jakarta untuk dibawa ke daerah lain agar terjadi pemerataan program pembangunan.

"Acara ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi jajaran kabupaten/kota yang berhasil membuat rencana induk pembangunan Smart City di daerahnya masing-masing. Acara ini merupakan ajang menyatukan komitmen dari seluruh pemimpin daerah dari rencana yang telah disusun hingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," kata Bambang, dalam keterangan yang diterima detikINET, Minggu (4/12/2022).

Ia juga menyampaikan acara ini merupakan rangkaian kegiatan penutupan gerakan Smart City 2022 bagi 141 kabupaten/kota yang telah berhasil melakukan implementasi program Smart City.

"Mereka (daerah) punya kearifan dan kebutuhan lokal ya, dan kita dorong. Tantangannya bagaimana daerah berinovasi dengan melibatkan masyarakat terdampak positif sebanyak-banyaknya. Semakin banyak masyarakat terdampak positif maka (daerah) itu akan berprestasi," tambahnya.

Ke depannya, Bambang menyebut adanya rencana penerapan Smart Province pada tahun depan. Program Smart Province ini akan memilih dua provinsi untuk penyusunan masterplan di tahun 2023.

"Pembangunan Smart Province tidak hanya merumuskan inovasi pembangunan di tingkat provinsi tapi juga mengkoordinasi pembangunan Smart City di tingkat kabupaten, kota dalam wilayahnya. Kami akan memilih dua provinsi untuk pendampingan penyusunan masterplan," jelas Bambang.

Pentingnya Inovasi Berbasis Digital

Sementara itu dalam sesi diskusi panel bertajuk "Pentingnya Inovasi Berbasis Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan", Dirjen Aplikasi Infomatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan, transformasi digital merupakan hal yang utama dalam membangun kota cerdas.

"Membangun Smart City itu diawali pada transformasi digital, setelah itu setiap Pemda memahami apa yang dibutuhkan. Karena karakteristik setiap Pemda itu berbeda. Namun nanti arahnya semua akan menuju Smart City yang holistik tadi yang kita ajarkan," kata Semuel.

Dirjen Aptika pun menyampaikan pentingnya penyusunan masterplan untuk pembangunan Kota Cerdas yang membutuhkan waktu panjang.

"Pada program ini kita mengajarkan bagaimana membangun Smart City, diawali dengan membuat perencanaan yaitu masterplan. Karena membangun Smart City tidak bisa 5 hingga 10 tahun, bisa 15 hingga 20 tahun, dan ini berkelanjutan," pungkas Semuel.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada 5 kota dan 2 kabupaten terbaik dalam penerapan program Smart City untuk tujuh kategori, yaitu:

  1. Smart Governance: Kota Bandung
  2. Smart Branding: Kota Surakarta
  3. Smart Economy: Kota Semarang
  4. Smart Society: Kota Yogyakarta
  5. Smart Living: Kabupaten Demak
  6. Smart Environment: Kota Madiun
  7. Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional: Kabupaten Wonogiri


Simak Video "Qualcomm Akan Dijajaki untuk Smart City di IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT