Kerusuhan di Pabrik iPhone, Karyawan Sampai Bentrok dengan Polisi

ADVERTISEMENT

Kerusuhan di Pabrik iPhone, Karyawan Sampai Bentrok dengan Polisi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 24 Nov 2022 13:50 WIB
Jakarta -

Kerusuhan terjadi di pabrik iPhone terbesar di dunia di Kota Zhengzhou, China. Video yang memperlihatkan kerusuhan di pabrik milik Foxconn tersebut sampai viral di media sosial China.

Video tersebut, yang menyebar di platform media sosial Weibo dan Kuaishou, menunjukkan ratusan karyawan yang melakukan protes di area pabrik. Mereka dikelilingi oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri dan polisi anti huru-hara.

Rekaman video yang dibagikan di platform livestream juga menunjukkan karyawan yang meneriakkan: "Pertahankan hak kami! Pertahankan hak kami!" Sementara itu karyawan lainnya terlihat menghancurkan kamera CCTV dan jendela menggunakan tongkat.

Beberapa potongan video lainnya menunjukkan karyawan yang mengeluhkan makanan yang mereka terima di asrama, dan mengatakan mereka tidak mendapatkan bonus tepat waktu seperti yang dijanjikan. Sebagian besar video yang menyebar di Kuaishou sudah dihapus, sementara tagar 'Foxconn Riots' di Weibo telah disensor.

Seorang karyawan Foxconn yang baru mulai bekerja di pabrik Zhengzhou mengatakan protes karyawan terjadi karena Foxconn mengubah kontrak yang dijanjikan. Mereka juga mengatakan banyak karyawan baru yang takut terinfeksi COVID-19 dari karyawan yang sudah bekerja di pabrik itu duluan.

"Karyawan-karyawan itu yang melakukan protes ingin mendapatkan subsidi dan kembali ke rumahnya," kata karyawan tersebut kepada BBC, seperti dikutip detikINET, Kamis (24/11/2022).

Kerusuhan ini merupakan puncak dari ketegangan yang terjadi di pabrik Foxconn di Zhengzhou sejak bulan lalu. Pada akhir bulan lalu, banyak karyawan Foxconn yang kabur dari pabrik karena lonjakan kasus COVID-19.

Banyak karyawan Foxconn yang mengeluhkan kurangnya stok makanan dan aturan karantina yang terlalu ketat. Foxconn sendiri menetapkan kebijakan closed loop, di mana karyawan kerja dan tinggal di area pabrik, akibat lockdown COVID-19 di kota Zhengzhou.

Untuk mengatasi kekurangan karyawan dan memastikan produksi iPhone tetap berjalan, Foxconn melakukan rekrutmen besar-besaran hingga menjanjikan gaji dan bonus yang lebih besar.

Permasalahan ini juga mulai terasa dampaknya terhadap persediaan iPhone 14 series. Pada awal bulan ini, Apple memperingatkan iPhone 14 Pro bisa jadi produk langka karena masalah produksi di China. Apple pun bersiap menggeber produksi iPhone 14 di India.

(vmp/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT