Elon Jualan Parfum, Akibat Saham Tesla Rontok?

Elon Jualan Parfum, Akibat Saham Tesla Rontok?

ADVERTISEMENT

Elon Jualan Parfum, Akibat Saham Tesla Rontok?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 12 Okt 2022 12:51 WIB
Elon Musk, the co-founder and chief executive of Electric carmaker Tesla, gestures during a ceremony in Dubai on February 13, 2017.
Tesla announced the opening of a new Gulf headquarters in Dubai, aiming to conquer an oil-rich region better known for gas guzzlers than environmentally friendly motoring. / AFP PHOTO / KARIM SAHIB        (Photo credit should read KARIM SAHIB/AFP via Getty Images)
Elon Jualan Parfum Ketika Saham Tesla Rontok. Foto: AFP via Getty Images
Jakarta -

Elon Musk kembali bikin kejutan. Ia mendadak menyebut dirinya sebagai Perfume Salesman atau sales parfum di Twitter, dan benar-benar menjual parfum seharga USD 100. Orang terkaya di dunia itu belakangan memang kerap bikin heboh.

Seperti diberitakan, parfum yang ditawarkan Elon Musk itu dijual oleh salah satu perusahaannya, Boring Company. Namanya Burnt Hair dan bisa dipakai oleh pria maupun wanita.

Orang terkaya dunia itu sedang banyak berita. Di antaranya mungkin dia sedang pusing karena saham Tesla rontok cukup dalam, hingga hampir 16%. Awalnya USD 265,25 pada 30 September, menjadi USD 223,07 seminggu kemudian. Itu adalah performa terburuk sejak Maret 2020.

Malah dikutip detikINET dari Yahoo Finance, Rabu (12/10/2022) tahun ini harga saham Tesla sudah turun sampai 44% dibanding sebelumnya. Investor khawatir karena produksi mobil Tesla dan pengapalannya tidak sesuai prediksi dari para analis.

Di sisi lain, Elon Musk juga bikin berang Ukraina dan terbaru Taiwan. Untuk Ukraina, Elon Musk menilai sebagian wilayahnya benar-benar akan dicaplok Rusia. Sedangkan Taiwan menurutnya harus tunduk ke China dan menjadi zona administrasi khusus. Petinggi kedua negara pun sampai menanggapinya.

"Taiwan menjual banyak produk, tapi kemerdekaan dan demokrasi kami tidak dijual. Proposal untuk masa depan kami harus ditentukan dengan damai, bebas dari paksaan dan menghormati harapan demokratis rakyat Taiwan," kata duta besar de facto Taiwan untuk Amerika Serikat, Hsiao Bi-khim yang dikutip detikINET dari Reuters.

Pendapat sebaliknya dilayangkan oleh petinggi China. Dubes China untuk Amerika Serikat, Qin Gang, menekankan bahwa Beijing menginginkan memang reunifikasi yang damai dan menawarkan satu negara dua sistem kepada Taiwan.

Masih ada kehebohan lain, orang terkaya di dunia itu mengatakan akan lanjut membeli Twitter sesuai harga awal USD 54,20 per saham, setelah berbagai drama yang sampai di pengadilan. Kini terbaru, Elon Musk menjual parfum.



Simak Video "Alasan Saham Tesla Anjlok dan Kehilangan Rp 3,1 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT