ID Tech HQ-Grab Telurkan Ratusan Inovasi Buatan Talenta Lokal

ADVERTISEMENT

ID Tech HQ-Grab Telurkan Ratusan Inovasi Buatan Talenta Lokal

Erika Dyah - detikInet
Kamis, 11 Agu 2022 11:47 WIB
Grab
Foto: detikcom/Erika Dyah
Jakarta -

Sejak 2017, Grab sudah memiliki pusat penelitian dan pengembangan (R&D Centre) yang merupakan cikal bakal diresmikannya Grab Tech Center pada November 2020 lalu. Kini, Grab Tech Center berganti nama menjadi ID Tech HQ - Grab yang merupakan pusat inovasi regional Grab untuk mengembangkan berbagai solusi teknologi bagi UMKM dan pedagang pasar di Asia Tenggara.

Country Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan sejak dulu ID Tech HQ - Grab telah memiliki ratusan talenta teknologi lokal asli Indonesia yang jumlahnya semakin berkembang seiring dengan waktu. Hasil inovasi buah karya dan kontribusi talenta lokal ini tak hanya diperuntukkan bagi pasar Indonesia saja, tapi juga digunakan oleh Grab secara regional di Asia Tenggara.

"ID Tech HQ - Grab ini menjadi pusat inovasi regional (Asia Tenggara) yang fokus pada pengembangan teknologi dan produk untuk jutaan UMKM serta pedagang pasar tradisional agar terus lebih baik lagi. Tak sedikit inovasi yang diimplementasikan tidak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai negara operasional Grab," ungkap Neneng kepada media di Jakarta, Rabu (10/8/2022)

Grab Foto: detikcom/Erika Dyah

Pusat inovasi regional Grab ini menjadi wadah bagi talenta lokal Indonesia yang berfokus untuk penelitian/riset, perancangan, pengembangan, hingga pengujian inovasi dan teknologi. Adapun hasil yang didapat dari pusat inovasi ini adalah manajemen produk, desain produk, analisis produk, software engineering, quality assurance engineering, backend engineering, mobile front-end engineering, serta site reliability engineering.

Salah satu pengembangan dari ID Tech HQ - Grab adalah fitur self onboarding bagi para UMKM dan pedagang pasar yang disematkan pada aplikasi GrabMerchant. Layanan ini tak hanya digunakan di Indonesia tapi juga diboyong untuk digunakan di Thailand.

Layanan self onboarding ini memungkinkan para UMKM untuk mendaftar mandiri sebagai merchant dengan lebih cepat, yakni dalam hitungan 1-3 hari, yang mana sebelumnya membutuhkan waktu 3 minggu atau lebih. Hal ini memudahkan para UMKM memasuki dunia digital dan memasarkan produknya dengan lebih cepat.

Selain itu, ada juga inovasi dari Grab berupa peta navigasi digital secara real time yang dikembangkan oleh tim GrabMaps dengan menggandeng stakeholders Grab, termasuk mitra pengemudi, mitra merchant, hingga pengguna. Di Indonesia saja, tim GrabMaps Indonesia telah sukses memetakan lebih dari 500 ribu kilometer jalanan yang setara dengan mengelilingi bumi sebanyak 12,5 kali. GrabMaps pun telah digunakan di 7 dari 8 negara operasional Grab.

Kemudian inovasi di ranah investasi untuk mendukung inklusi finansial, khususnya bagi para milenial, melalui layanan dan produk OVO Invest. Fitur Pencairan Cepat buatan talenta lokal ini mampu mencairkan dana dalam hitungan detik. Ini merupakan produk reksa dana pertama di Tanah Air dengan fitur pencairan cepat yang kini telah menggaet lebih dari 1 juta investor dalam waktu setahun sejak pertama diluncurkan.

Inovasi-inovasi yang dihadirkan ID Tech HQ - Grab ini memastikan agar digitalisasi bisa mendukung para UMKM. Apalagi, pihaknya mendorong lebih banyak merchant maupun pedagang pasar untuk lebih cepat masuk ke ranah digital.

Dalam pertemuan ini, Neneng mengajak perwakilan dari masing-masing tim Grab, yakni Senior Map Operations Manager GrabMaps Indonesia Ariek Wibisono, Senior Software Engineer GrabMerchant Audry Nyonata, dan Senior Product Manager OVO Invest Wilson Cristian, untuk berbagi banyak hal mengenai inovasi produk dan teknologi yang dilakukan masing-masing tim.

Grab Foto: detikcom/Erika Dyah

Neneng mengaku bangga dengan talenta ID Tech HQ - Grab yang telah berkontribusi untuk Indonesia dan juga regional Asia Tenggara. Ia mengatakan Grab berkomitmen untuk terus mendorong talenta Indonesia agar bisa bersaing secara global.

"Ini membuktikan agar masyarakat tak hanya tahu kalau orang luar saja yang jago (di bidang teknologi). Kita akan terus nurture talenta Indonesia agar tambah keren, bergengsi, dan berkiprah tak hanya di Indonesia saja tapi juga sama seperti engineer di luar negeri yang nggak kalah hebat. Dan ini sudah terbukti," ujar Neneng.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT