Teknologi di Balik Rudal HIMARS Amerika yang Bikin Rusia Galau

ADVERTISEMENT

Teknologi di Balik Rudal HIMARS Amerika yang Bikin Rusia Galau

Tim - detikInet
Jumat, 22 Jul 2022 20:15 WIB
multiple launch rocket systems (MLRS)
Tembakan rudal jarak jauh HIMARS. Foto: US Marine
Jakarta -

Bantuan sistem rudal jarak jauh HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) diklaim Ukraina membuat Rusia kewalahan. Tak hanya menembak sasaran strategis, beberapa petinggi militer Rusia juga diklaim jadi korban.

Sistem senjata yang dikirim AS adalah MLRS tipe M142 HIMARS. Ada varian yang mampu menembak sampai ratusan kilometer, tapi versi yang dikirim ke Ukraina 'hanya' bisa menembak sejauh 80 kilometer agar tak mencapai teritori Rusia.

HIMARS ini mudah dipindahkan dan dapat dioperasikan hanya oleh 8 tentara. Kelebihan besar lainnya, sistem pemandu GPS membuatnya diklaim sangat akurat dalam menembak sasaran dan daya rusaknya signifikan, mirip dengan bombardir dai udara.

Sistem rudal jarak jauh di masa silam memang mirip-mirip daya rusaknya, tapi kurang akurat. Lompatan teknis terbesar dalam beberapa tahun terakhir adalah pengembangan rudal jarak jauh presisi untuk melacak dan menghantam target spesifik.

Seperti dikutip detikINET dari CNN, HIMARS sudah digunakan dalam berbagai serangan masif ke area Rusia, antara lain ke sebuah gudang amunisi di Kherson. Dari foto satelit, tampak serangan itu akurat dan hanya meninggalkan jejak kawah cukup kecil.

Ada pula letusan besar di area Luhanks dan Donetsk. Secara keseluruhan, ada sekitar selusin target yang ditembak HIMARS pada bulan Juli, kebanyakan jaraknya sekitar 40 kilometer dari garis depan pertahanan Rusia.

Militer Ukraina juga menembakkan HIMARS pada malam hari, sehingga mempersulit Rusia dalam melacaknya. "Apa yang kita saksikan adalah kemampuan Ukraina menggunakan sistem rudal jarak jauh HIMARS untuk secara signifikan mengganggu kemampuan Rusia melangkah maju," kata seorang pejabat di Departemen Pertahanan AS.

"Kita tidak seharusnya takut dengan HIMARS, harus melawannya. Senjata ini bukanlah obat mujarab, hanya sebuah senjata yang saat ini digunakan oleh musuh," cetus Andrei Kartapolov, bos State Duma Defens Comittee Rusia.

"Memang senjata ini serius, tapi ada penangkalnya, yaitu fasilitas pertahanan udara kita," lanjutnya, sembari mengklaim bahwa Rusia berhasil menembak jatuh serangan 12 rudal dari pihak Ukraina.



Simak Video "Joe Biden Pastikan AS Tidak Akan Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT