Gila! Penambang Ethereum Borong GPU Rp 222,4 Triliun dalam 18 Bulan

Gila! Penambang Ethereum Borong GPU Rp 222,4 Triliun dalam 18 Bulan

ADVERTISEMENT

Gila! Penambang Ethereum Borong GPU Rp 222,4 Triliun dalam 18 Bulan

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 20 Jun 2022 22:37 WIB
Ilustrasi tambang kripto
Ilustrasi tambang kripto. Foto: Dok. All Time Mining
Jakarta -

Dua tahun belakangan ini, kartu grafis jadi komponen PC yang harganya melambung dan stoknya sulit ditemui di pasaran. Salah satu penyebabnya adalah -- selain kelangkaan chip -- karena diborong oleh para penambang kripto, tepatnya Ethereum.

Berdasarkan laporan terbaru dari Bloomberg, penambang Ethereum menghabiskan setidaknya USD 15 miliar atau sekitar Rp 222,4 triliun untuk membeli kartu grafis selama 18 bulan ke belakang.

Ini adalah uang yang dikeluarkan hanya untuk kartu grafis, belum termasuk CPU, motherboard, power supply, dan komponen lain yang diperlukan untuk menambang kripto, dan juga biaya listrik untuk penambangan.

Data ini datang dari Bitpro Consulting, perusahaan yang spesialisasinya adalah membeli dan mendaur ulang perangkat penambang kripto, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (20/6/2022).

Pada akhir 2020, banyak mata uang kripto yang mengalami peningkatan nilai tukar yang cukup drastis. Hal inilah yang kemudian memicu para penambang Ethereum dalam memborong kartu grafis, tentunya untuk meningkatkan hasil penambangannya.

Ditambah lagi, pada waktu yang sama AMD dan Nvidia juga meluncurkan chip grafis terbarunya. Chip-chip tersebut mempunyai peningkatan performa yang signifikan dibanding pendahulunya, yang membuat kartu grafis tersebut menjadi incaran tak cuma para gamer namun juga para penambang kripto.

Hal itulah yang kemudian membuat rasio permintaan dan pasokan menjadi tak seimbang. Belum lagi kelakuan para penimbun kartu grafis yang membuat kelangkaannya menjadi semakin parah.

Berdasarkan data Jon Peddie Research, harga rata-rata kartu grafis yang pada tahun 2019 hanya USD 400 melesat menjadi hampir USD 800 pada 2021 lalu.

Namun, kini nasib para penambang itu menjadi tak jelas karena dua hal. Pertama, nilai tukar Ethereum sudah merosot 80% sejak mencapai titik tertingginya pada 2021 lalu. Laporan Bloomberg menyebutkan ada penambang yang hanya menghasilkan USD 5000 dari investasi perangkatnya yang mencapai USD 30 ribu.

Hal kedua adalah rencana Ethereum mengubah modelnya menjadi proof-of-stake, di mana penambang yang menggunakan kartu grafis tak lagi bisa menambang mata uang tersebut. Perubahan tersebut rencananya dilangsungkan pada Agustus mendatang, namun kemungkinan akan ditunda.



Simak Video "Artemis 1 NASA Cetak Rekor Jarak Terjauh dari Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT