19 Bocah Tewas Ditembak, Ini Saran Elon Musk

19 Bocah Tewas Ditembak, Ini Saran Elon Musk

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 28 Mei 2022 12:46 WIB
Elon Musk
Elon Musk. Foto: Associated Press
Jakarta -

Penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat, di mana setidaknya 19 anak dan 2 orang dewasa tewas diberondong pelaku, di sebuah sekolah di Texas. Elon Musk pun ikut angkat suara agar tragedi serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Elon Musk dalam surat kepada CNBC yang dikutip detikINET, menyalahkan media yang memberi perhatian besar pada sang pembunuh. Orang seperti dia menurutnya amat haus perhatian.

"Si penembak jelas melakukan hal ini untuk mendapat perhatian sebanyak mungkin. Kenapa media benar-benar melakukan apa keinginan pembunuh massal ini?" tulis bos SpaceX dan Tesla itu.

Elon sendiri saat ini tinggal di Texas. Dua perusahaannya, Tesla dan SpaceX, punya fasilitas besar di negara bagian itu sehingga ia tergerak angkat bicara. Pabrik Tesla di sana baru dibuka resmi pada April kemarin.

Pria kelahiran Afrika Selatan ini mendukung agar pembeli semua senjata api harus benar-benar dicek latar belakangnya. Kemudian, penjualan senapan serbu harus dibatasi hanya untuk orang di situasi khusus, misalnya rumahnya berada di lokasi rawan kejahatan.

Di sisi lain, Elon Musk tetap mendukung kepemilikan senjata api, antara lain untuk mencegah agar pemerintah tidak menjadi tiran.

"Aku meyakini dengan kuat hak untuk memiliki senjata api sebagai pelindung yang penting untuk melawan pemerintah yang berpotensi tiran. Secara historis, mempertahankan kekuasaan adalah alasan mengapa mereka yang berkuasa tidak mengizinkan warga punya senjata," papar dia.

Regulasi senjata api memang menjadi perdebatan panas di Negeri Paman Sam dan belum juga ditemukan kesepakatan, meski korban terus berjatuhan. Anggota Partai Demokrat cenderung ingin membatasi kepemilikan senjata api dan Partai Republik sebaliknya.



Simak Video "Elon Musk Sindir TikTok Menghancurkan Peradaban"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/jsn)