Kehilangan 200 Ribu Pelanggan, Netflix Siapkan Puluhan Game

Kehilangan 200 Ribu Pelanggan, Netflix Siapkan Puluhan Game

Panji Saputro - detikInet
Kamis, 28 Apr 2022 10:15 WIB
Ilustrasi Netflix, Netflix
Di Tengah Kerugian, Netflix Malah Menargetkan 50 Game Hingga Akhir 2022 (Foto: Photo by Caspar Camille Rubin on Unsplash)
Jakarta -

Di tengah kerugian yang dialaminya, Netflix malah menargetkan total 50 game akan tersedia di dalam layanan streamingnya hingga akhir 2022. Pada saat ini, setidaknya sudah tersedia sebanyak 18 judul game yang bisa dimainkan.

Jika mereka berhasil mencapai target tersebut, semua permainan akan tersedia secara eksklusif untuk dinikmati melalui aplikasinya. Itu berarti, Netflix harus menambahkan lebih dari 30 game dalam delapan bulan ke depan, dikutip detikINET dari Washington Post, Kamis (28/4/2022).

Ambisi ini mungkin bisa tercapai, mengingat sejak lima game pertama ditambahkan pada bulan November tahun lalu, jumlahnya secara cepat berkembang menjadi 18 judul dalam waktu cukup singkat. Lalu dari rentetan hiburan visual baru nantinya, salah satu yang populer membawa permainan kartu bertajuk, Exploding Kittens.

Sedangkan beberapa judul eksis lain yang telah menyambangi Netflix misalnya Stranger Things 3: The Game dan Stranger Things: 1984. Diketahui layanan streaming ini, memang sedang giat menyuguhkan konten melalui sebuah film untuk menjadi game, seperti Stranger Things dan sebaliknya, yakni Arcane dari League of Legends.

Informasi itu mencuat beriringan dengan anjloknya saham Netflix hingga 35%. Hal tersebut, membuat kapitalisasi pasar mereka menurun mencapai USD 50 miliar atau sekitar Rp 700 triliun. Mungkin dengan adanya deretan game baru bisa membantu mereka menarik kembali para pengguna.

Mereka telah kehilangan 200 ribu pelanggan berbayar pada kuartal pertama 2022. Ini menjadi momen yang cukup suram bagi mereka, karena untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir ada penurunan pengguna.

Bahkan diperkirakan, penurunan pelanggan ini akan terus bergulir hingga 2 juta, dalam waktu tiga bulan dari April hingga Juni. Dalam laporannya, perusahaan mendapati banyak faktor terkait berkurangnya pengguna, seperti persaingan pasar dan pembagian kata sandi yang meluas.

Termasuk pengaruh dari invasi Rusia ke Ukraina, dan akibatnya mempengaruhi jumlah member. Alhasil, secara spesifik angkanya merosot dari 221,84 juta menjadi 221,64 juta selama periode bulan Januari - Maret.



Simak Video "Netflix Bakal Luncurkan Fitur Live Streaming?"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fyk)