87 Persen Womenpreneur Indonesia Omsetnya Hampir Rp 200 Juta/Tahun

87 Persen Womenpreneur Indonesia Omsetnya Hampir Rp 200 Juta/Tahun

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 25 Apr 2022 14:50 WIB
Womenpreneur
Foto: Sirclo
Jakarta -

Ada kabar baik bahwa ada peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor kewirausahaan atau sebagai womenpreneur. Namun, seiring peningkatan tersebut, masih ada tantangan yang harus dilalui.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, mayoritas dari total UMKM di Indonesia-tepatnya 64,5% atau 37 juta UMKM-dikelola oleh kaum perempuan.

Ini tentunya menjadi kemajuan yang signifikan, terutama karena partisipasi perempuan tidak hanya ikut menggerakkan roda ekonomi negara, namun juga memperkuat aspek personal, relasional, dan aspek ekonomi dari setiap perempuan yang terlibat.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada Q1 2022, Sirclo Group melakukan riset terhadap 500 pengusaha perempuan di seluruh Indonesia untuk menangkap lanskap demografi, karakteristik, tantangan, hingga kebutuhan para womenpreneur.

Mayoritas womenpreneur (65%) adalah reseller yang usia bisnisnya berkisar antara 1 hingga 2 tahun. Kebanyakan womenpreneur menjalankan tipe usaha mikro, di mana lebih dari setengah (56%) menjalankan usahanya sendiri tanpa karyawan, 26% memiliki 1-2 karyawan, dan 10% memiliki 3-5 karyawan.

Sebagian besar usaha yang dijalankan womenpreneur termasuk di bidang fesyen (32%), kuliner (27%), ritel (26%), kecantikan (17%), dan beberapa usaha lainnya di bidang kesehatan, kerajinan, pendidikan agrobisnis, serta travel. Berbicara jenis usaha yang paling banyak dijalankan mereka adalah usaha rumahan (49%) dan sebanyak 46% tidak memiliki toko/gudang/badan usaha.

Mengenai omzet yang diperoleh womenpreneur Indonesia sebagian besar (87%) berada di bawah 15 juta per bulan atau di bawah 200 juta setahun. Menurut data, motivasi terbesar womenpreneur dalam membangun dan menjalankan usaha adalah: tidak ingin terlalu bergantung pada pasangan dalam hal finansial (52%), mencari kesibukan dan aktualisasi diri (50%), dan menambah pemasukan utama yang dirasa kurang cukup dalam memenuhi kebutuhan (44%).

Faktanya, peningkatan jumlah womenpreneur memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap penguatan pemberdayaan perempuan di Indonesia jika dilihat dari aspek: kapasitas personal, kapasitas relasional, dan kontribusi ekonomi. Secara personal, mereka lebih berani memimpin, merencanakan hidup, dan mengejar passion.

Secara relasional, para womenprenuer dapat berlatih negosiasi, menjaga kepercayaan, dan bersosialisasi lebih luas. Sementara secara ekonomi, perempuan lebih aktif berpartisipasi dalam manajemen keuangan rumah tangga, serta menambah pendapatan.

Adapun riset yang dilakukan Sirclo Group ini memperingati Hari Kartini dan juga mengungkap peran perempuan dalam ringkup dunia pekerjaan.

Womenpreneur Indonesia Butuh Dukungan

Kendati begitu, untuk bisa mengembangkan bisnisnya, womenpreneur di Indonesia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik secara finansal maupun non-finansial.

Secara finansial, beberapa hal utama yang paling dibutuhkan adalah dukungan pemerintah dalam hal permodalan dan kemudahan akses pinjaman/modal, baik dari institusi formal (perbankan) maupun informal (P2P lending).

Sedangkan dukungan non-finansial, womenpreneur paling dibutuhkan itu pelatihan digital marketing, program pemerintah untuk UMKM, dan pelatihan pemanfaatan media sosial (medsos).

Dalam rangka memberdayakan dan menumbuhkan lebih banyak womenpreneur di Indonesia, Sirclo Group terus meningkatkan jumlah keterlibatan pengusaha perempuan di dalam ekosistemnya. Hingga saat ini, sebanyak 65% dari pengusaha berskala mikro, kecil hingga menengah dalam ekosistem Sirclo Group adalah kaum hawa.

Melalui tiga lini bisnis yakni Sirclo Store, IbuSibuk, dan WarungPintar, Sirclo fokus meningkatkan pertumbuhan bisnis sesuai dengan spesialisasi masing-masing. Sirclo Store berfokus membantu womenpreneur yang memiliki brand sendiri.

Lalu, IbuSibuk dikhususkan bagi womenpreneur yang mempromosikan produk/brand pada khalayak luas, sementara Warung Pintar memberdayakan womenpreneur yang memiliki toko dan menjual beragam produk/brand.



Simak Video "Nanik, Pencari Pasir dari Wonosobo"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)