Elon Musk Sindir Netflix Usai Kehilangan 200.000 Pelanggan

Elon Musk Sindir Netflix Usai Kehilangan 200.000 Pelanggan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 21 Apr 2022 20:45 WIB
Elon Musk
Elon Musk Sindir Netflix Usai Kehilangan 200.000 Pelanggan Foto: Instagram @elonrmuskk
Jakarta -

Netflix baru saja mengumumkan laporan keuangannya untuk kuartal pertama tahun 2022, dan mengungkap bahwa mereka kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Elon Musk langsung memanfaatkan momen ini untuk menyindir Netflix.

Pada Q1 2022, Netflix mengungkap telah kehilangan 200.000 pelanggan karena beberapa faktor. Laporan ini langsung membuat nilai saham Netflix anjlok hingga 23%.

Menanggapi laporan ini, Musk lewat cuitannya di Twitter mengatakan penyebab Netflix ditinggal pelanggannya adalah karena kontennya sendiri yang disebut Musk terlalu 'woke'.

"Virus pikiran woke yang membuat Netflix tidak bisa ditonton," kata Musk dalam cuitannya menanggapi artikel tentang laporan keuangan Netflix, seperti dikutip dari The Independent, Kamis (21/4/2022).

Woke merupakan istilah menghina yang sering digunakan oleh kelompok konservatif dan sayap kanan untuk mengkritik nilai-nilai liberal dalam hiburan modern. Musk sendiri tidak menyebutkan film atau serial Netflix apa yang menurutnya terlalu woke.

Cuitan Musk tersebut langsung ditanggapi oleh followers-nya yang kebanyakan setuju dengan opininya. 'Virus pikiran woke merupakan ancaman terbesar terhadap kemanusiaan," tulis seorang followers Musk yang kemudian dijawabnya dengan singkat: "Yes."

Musk juga menanggapi cuitan netizen Twitter @nichegamer yang mengatakan bahwa bukan hanya Netflix yang sudah terlalu woke tapi juga seluruh industri hiburan mulai dari film, serial TV, sampai video game.

"Benar," jawab Musk dengan Musk. "Bisakah mereka membuat sfi-fi/fantasi yang setidaknya isinya *kebanyakan* tentang sci-fi/fantasi?" sambungnya dalam cuitan terpisah.

Musk yang baru saja menawar untuk membeli Twitter senilai USD 43 miliar langsung mendapat dukungan dari followers-nya untuk melancarkan strategi yang serupa dengan Netflix.

"Elon tolong selanjutnya beli Netflix, omong kosong woke merusak begitu banyak acara TV dan film yang bagus," kata seorang netizen.

Netflix sendiri mengaku ada beberapa faktor yang membuat mereka kehilangan pelanggan dalam jumlah besar, mulai dari pesaing layanan streaming buatan perusahaan hiburan tradisional, perang di Ukraina, dan banyaknya pengguna yang berbagi password dengan orang lain yang tidak serumah.

Setelah menghentikan layanannya di Rusia buntut serang ke Ukraina, Netflix mengaku kehilangan 700.000 pelanggan. Untuk mencegah ditinggal pelanggan dan menarik pelanggan baru, Netflix berencana meluncurkan paket langganan yang lebih murah tapi disisipi iklan.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)