Kisah Sedih Pembeli Cuitan Pertama Pendiri Twitter

Kisah Sedih Pembeli Cuitan Pertama Pendiri Twitter

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 15 Apr 2022 20:33 WIB
Jack Dorsey Twitter
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pada Maret 2021 lalu, Sena Estavi membeli cuitan pertama mantan CEO Twitter Jack Dorsey dalam bentuk NFT. Harganya tak main-main, mencapai USD 2,9 juta atau sekitar Rp 41 miliar.

Dorsey mengunggah cuitan pertamanya di Twitter pada 21 Maret 2006 bertuliskan, "Just setting up my twttr." Cuitan itu ia lelang lewat platform Valuables by Cent pada 5 Maret 2021.

Kini, Estavi yang merupakan CEO perusahaan blockchain Bridge Oracle, mencoba menjual NFT tersebut secara lelang, yang pada awalnya memang terlihat seperti sebuah NFT yang sangat keren.

Mungkin itu juga yang membuatnya pede untuk melelang kicauan tersebut dan percaya kalau hasil lelangnya akan melebihi USD 25 juta. Niatnya juga baik, karena 50% dari hasil penjualannya itu akan disumbangkan.

Kemudian ia pun melelang cuitan pertama Dorsey itu di OpenSea, dan bersiap untuk mendapat tawaran mencapai USD 48 juta, alias belasan kali lipat dari uang yang ia keluarkan saat pertama membeli cuitan tersebut.

Namun tampaknya Estavi menggantungkan harapannya terlalu tinggi. Lelang cuitan Dorsey tersebutada Rabu (13/4/2022) lalu dengan hanya 7 penawar, yang berkisar dari 0,0019 ETH (sekitar USD 6), sampai yang paling tinggi 0,09 ETH atau sekitar USD 277.

"Deadline yang saya tetapkan sudah terlewat, namun jika saya mendapat tawaran bagus saya mungkin akan menerimanya, saya juga mungkin tak akan pernah menjualnya," jelas Estavi menanggapi hasil lelang tersebut.

Setelahnya, memang ada beberapa tawaran lagi. Namun tetap jauh dari harapannya, karena tawaran tertingginya hanya USD 6.231, yang bahkan jauh lebih rendah ketimbang ETH yang ia keluarkan untuk membeli cuitan Dorsey tersebut.

Padahal, Estavi tampaknya sedang sangat membutuhkan uang. Pasalnya ia baru dipenjara selama sembilan bulan di Iran setelah didakwa mendisrupsi sistem ekonomi di negara tersebut.

Saat ia dipenjara, perusahaan kripto besutannya -- Bridge Oracle dan CryptoLand -- hancur dan membuat para konsumennya tak bisa mengakses dana yang mereka simpan. Ia pun berusaha untuk memperbaiki masalah itu, salah satunya dengan mengumpulkan uang tambahan.

Dilansir Kotaku, Jumat (15/4/2022), saat ini penjualan NFT di OpenSea -- salah satu marketplace NFT terbesar -- tengah mengalami penurunan mencapai 50%. Yaitu dari USD 5 miliar pada Januari menjadi USD 2,5 miliar di Maret.



Simak Video "Reaksi Elon Musk soal Jack Dorsey Mundur dari Dewan Direksi Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/jsn)