Bos Teknologi Ini Biayai Relawan yang Mau Perang ke Ukraina

ADVERTISEMENT

Bos Teknologi Ini Biayai Relawan yang Mau Perang ke Ukraina

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 11 Mar 2022 09:15 WIB
Anthony Capone
Anthony Capone. Foto: DocGo
Jakarta -

Cukup banyak orang dari negara lain yang ingin ke Ukraina dan menjadi relawan untuk melawan invasi Rusia. Untuk itu, bos perusahaan teknologi ini siap memberikan dukungan berupa uang.

Awalnya Anthony Capone selaku presiden DocGo, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang layanan kesehatan mobile, menulis panjang lebar di LinkedIn mengenai pengalamannya berkunjung ke Eropa Timur dan sikapnya yang menentang keras perang.

Kemudian, dia menjanjikan akan memberikan seluruh biaya perjalanan dan peralatan dari kocek pribadinya, ke semua relawan yang ingin membela Ukraina, jika para relawan itu memang tidak memiliki dana.

Seperti dikutip detikINET dari The Verge, Capone menegaskan bahwa inisiatif itu murni dari dirinya dan tidak berkaitan sama sekali dengan perusahaan yang ia pimpin.

Memang presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah membuka pintu bagi orang asing yang ingin bersama-sama para tentara Ukraina melawan tentara Rusia. Ia menyebut mereka sebagai legion internasional.

Capone menyebut bahwa tawarannya itu ternyata disambut baik oleh banyak orang. Sejauh ini, dia sudah menerima 400 lamaran dari mereka yang ingin turut mempertahankan Ukraina.

Salah satu yang siap berangkat adalah Alexander Szokoly, veteran militer Amerika Serikat. Dia sudah ingin berangkat dan menyusun jadwal ke Ukraina, kemudian mencari teman yang berniat sama. Dari situlah, ia mendengar bahwa ada donasi dari Capone.

"Saya adalah mantan tenaga kesehatan di militer dan siap untuk pergi minggu ini. Tolong hubungi saya. Kami berlatih menggunakan senjata anti tank secara khusus untuk melawan Rusia," tulisnya di LinkedIn.

Setelah 5 hari, Capone benar-benar memberikan dana yang diperlukan. "Capone membiayai tiket penerbangan dan juga suplai medis serta pakaian pelindung," katanya.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri sebenarnya melarang warga negaranya ikut campur dalam konflik Ukraina dan Rusia. Namun disinyalir cukup banyak warga di sana yang ingin membantu Ukraina.



Simak Video "Rusia Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir untuk Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT