Ukraina Minta Apple Blokir App Store di Rusia

Ukraina Minta Apple Blokir App Store di Rusia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 28 Feb 2022 06:25 WIB
BEIJING, CHINA - JANUARY 07:  Customers look at iPhones on display at an Apple Store on January 7, 2019 in Beijing, China. Apple Inc. lowered its revenue guidance last week, blaming Chinas slowing economy and weaker than expected iPhone sales, as the companys chief executive officer Tim Cook said in a letter to investors the sales problems were primarily in its Greater China region that accounts for almost 20 percent of its revenue and includes Hong Kong and Taiwan. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Pemerintah Ukraina terus mencari bantuan lewat berbagai cara saat diinvasi oleh Rusia. Termasuk minta bantuan ke Apple.

Adalah Menteri Transformasi Digital Ukraina Mykhailo Fedorov, yang lewat akun Twitternya mengaku sudah menghubungi CEO Apple Tim Cook untuk memblokir App Store di Rusia.

Selain itu Fedorov juga meminta Cook untuk mendukung sanksi yang dikenakan pemerintah Amerika Serikat untuk Rusia, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (28/2/2022).

Dalam kicauan tersebut Fedorov juga menyertakan sebuah surat yang ditujukan untuk Cook dari pemerintahan Ukraina. Dalam surat tersebut tertulis, "Kami butuh dukungan anda, pada 2022, teknologi modern mungkin adalah jawaban terbaik untuk tank, peluncur roket, dan misil."

"Langkah semacam ini akan memotivasi generasi muda dan populasi yang aktif di Rusia secara proaktif menghentikan agresi militer memalukan ini," lanjutnya.

Teknologi memang punya peran besar dalam konflik antara Rusia dan Ukraina ini. Karena selain secara fisik, peperangan ini juga terjadi di dunia maya. Seperti perusahaan dan situs pemerintahan Ukraina yang dibombardir oleh hacker Rusia, dan juga berbagai situs pemerintahan Rusia yang dihajar oleh hacker Anonymous.

Sejauh ini sanksi embargo yang dikenakan ke Rusia kebanyakan ada di sektor finansial, energi, dan teknologi enterprise, yaitu membatasi perdagangan Rusia secara internasional.

Namun saat ini ada peningkatan tekanan dari perusahaan teknologi AS untuk memperketat akses layanannya di Rusia. Seperti yang digaungkan akun resmi pemerintah Ukraina di Twitter, yang meminta orang-orang untuk meminta Twitter menghapus Rusia dari Twitter.





Simak Video "Mal Ukraina Digempur Rudal, Zelensky Minta PBB Cap Rusia Teroris"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)