Sejarah Netscape, Browser Tenar (Pada Masanya)

Sejarah Netscape, Browser Tenar (Pada Masanya)

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 20 Feb 2022 18:30 WIB
Netscape
Foto: Dok. Netscape
Jakarta -

Pengguna internet saat ini mungkin mengenal Chrome, Safari, atau Edge, sebagai browser. Namun pada zamannya, ada satu nama yang sangat tenar dan tak ada lawan, yaitu Netscape.

Kisah Netscape dimulai pada April 1994, saat Marc Andreessen dan Jim Clark mendirikan Mosaic Communications Corporation. Mosaic adalah nama software yang membuat penggunanya bisa mengakses berbagai konten berbeda di web.

Andreessen sebelumnya bekerja di National Center for Supercomputing Applications (NCSA) di University of Illinois. Sementara Clark sebelumnya bekerja di Silicon Graphic, yang kemudian memboyong sejumlah rekannya untuk bekerja di Mosaic, begitu juga Andreessen.

Pada Oktober 1994, tim tersebut merilis Mosaic Netscape 0.9, dan pada Desember mereka mengubah nama perusahaan menjadi Netscape Communications, bertepatan dengan peluncuran Netscape Navigator 1.0.

Para pendiri Netscape ini menyadari betul kalau browser web akan menjadi alat yang revolusioner. Mereka pun menggratiskan browser ini untuk individu, akademisi, dan penggunaan penelitian, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (20/2/2022).

"Dengan menyediakan Netscape secara gratis untuk penggunaan personal, perusahaan mengikuti tradisi software untuk internet yang ditawarkan secara gratis," tulis Netscape dalam keterangannya tahun 1994.

Sementara itu untuk pengguna komersial harus membeli lisensinya, yaitu USD 99 per pengguna, termasuk garansi dan dukungan. Namun harga itu tak bertahan lama, karena setelahnya harganya sering didiskon menjadi USD 40 per lisensi.

Pada saat itu, Navigator adalah satu-satunya browser yang tersedia secara publik. Jadi mereka bisa dibilang tak punya kompetitor sama sekali.

Pada 9 Agustus 1995, Netscape mulai menjual sahamnya ke publik, dengan harga pembukaan USD 28 per lembar saham. Pada hari pertama perdagangan, sahamnya melejit menjadi USD 75 per lembar, yang artinya kapitalisasi pasarnya adalah USD 3 miliar.

Melejitnya nilai saham Netscape ini bisa dibilang sebagai penanda banyaknya investor yang tertarik memarkir uangnya di perusahaan internet, yang kemudian menciptakan apa yang disebut 'dot-com bubble'.