Wanita 80 Tahun Selamat dari Penyanderaan Bekat Game Wordle

ADVERTISEMENT

Wanita 80 Tahun Selamat dari Penyanderaan Bekat Game Wordle

Panji Saputro - detikInet
Sabtu, 12 Feb 2022 20:15 WIB
Wanita Berusia 80 Tahun Selamat dari Penyanderaan Karena Game Wordle
Wanita Berusia 80 Tahun Selamat dari Penyanderaan Karena Game Wordle (Foto: The Verge)
Jakarta -

Denyse Holt, seorang wanita paruh baya berusia 80 tahun di Chicago, Amerika Serikat, selamat dari kasus penyanderaan. Ini terjadi setelah ia diketahui, tidak mengirimkan skor game Wordle kepada keluarga.

Hal tersebut tampak aneh bagi kedua putrinya, lantaran Holt kerap membagikan hasil dari permainan teka-teki online yang sedang populer ini. Kekhawatiran pun semakin tinggi, ketika pesan teks dan telepon anak-anaknya tidak dijawab.

Setelah meminta bantuan warga dan polisi setempat, ditemukan bahwa jendela kaca rumahnya di lantai pertama telah pecah. Lalu ditemukan seorang tersangka tanpa busana di lantai dua, yang bersenjatakan pisau, dikutip detikINET dari Chicago Tribune, Sabtu (12/2/2022).

Ketika berusaha untuk ditangkap, James H. Davis III, menolak untuk menyerah. Polisi pun tidak berhasil melumpuhkannya dengan sengatan listrik, lalu akhirnya memanggil tim SWAT dan NIPAS lokal, untuk melakukan penangkapan.

Sebelum berhasil meringkus tersangka, polisi sendiri berhasil mengamankan Holt yang berada di ruang bawah tanah. Diketahui dirinya sudah disekap selama kurang lebih 17 jam.

Davis pun didakwa dengan beberapa pelanggaran berat. Termasuk invasi rumah dengan senjata berbahaya, penculikan bersenjata dan serangan terhadap petugas perdamaian. Menurut keterangan dari kepolisian setempat, bahwa pelaku sendiri mengalami krisis kesehatan mental dan diperintahkan ditahan tanpa ikatan di Penjara Cook County.

Sedikit informasi, Wordle merupakan game teka-teki berbasis web. Di mana mengharuskan pemain menebak lima huruf valid dengan maksimal enam kali percobaan. Saat selesai menjawab, warna kolom akan berubah, untuk menunjukkan seberapa dekat gamer dengan kata tersebut.

Permainan ini dikembangkan oleh Josh Wardle dan The New York Time (NYT) telah membelinya. Harga banderolnya cukup tinggi, yakni sebesar Rp USD 1 juta atau sekitar Rp 14,3 miliar.

Sebelumnya Wardle, selaku pengembang, berjanji bahwa game garapannnya tetap kosong dari iklan atau monetisasi. Tetapi dengan akuisisi yang terjadi, tidak menutup kemungkinan bahwa NYT akan menyertakan konten berbayar di dalamnya.



Simak Video "Cindy Monika Ceritakan Tantangan Koas di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT