Meta Mau Bikin Komputer Terkencang Sejagat Raya

Meta Mau Bikin Komputer Terkencang Sejagat Raya

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 25 Jan 2022 18:50 WIB
Facebook employees take a photo with the companys new name and logo outside its headquarters in Menlo Park, Calif., Thursday, Oct. 28, 2021, after the company announced that it is changing its name to Meta Platforms Inc. (AP Photo/Tony Avelar)
Foto: AP/Tony Avelar
Jakarta -

Meta tengah membangun sebuah komputer super kecerdasan buatan (supercomputer AI) yang bakal paling kencang di dunia.

Sesuai namanya, komputer super ini didesain untuk melatih sistem machine learning. Meta pun mengklaim kalau AI Research SuperCluster (RSC)-nya saat ini sudah menjadi salah satu komputer paling kencang di dunia untuk kelasnya, dan saat selesai pada pertengahan 2022 nanti akan menjadi yang paling kencang di dunia.

"Meta sedang mengembangkan apa yang kami percaya menjadi supercomputer AI terkencang di dunia. Kami menamainya RSC untuk AI Research SuperCluster dan ini akan diselesaikan pada tahun ini," ujar CEO Meta Mark Zuckerberg dilansir dari The Verge, Selasa (25/1/2022).

Kabar ini menunjukkan pentingnya penelitian di sektor AI bagi perusahaan semacam Meta. Perusahaan seperti Microsoft dan Nvidia saat ini sudah meluncurkan komputer super kecerdasan buatannya sendiri, namun yang perlu diingat, komputer super ini berbeda dibanding komputer super pada umumnya.

RSC bakal dipakai untuk melatih berbagai sistem di ranah bisnis Meta, dari mulai algoritma moderasi konten -- yang dipakai untuk mendeteksi ujaran kebencian di Facebook dan Instagram --, sampai melatih fitur augmented reality (AR) yang nantinya bakal dipakai perangkat AR Facebook.

RSC juga dipastikan akan dipakai untuk mendesain pengalaman pengguna di metaverse, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (25/1/2022).

"RSC akan membantu peneliti AI Meta untuk membangun model AI baru yang lebih baik, juga bisa belajar dari triliunan contoh yang sudah ada; beroperasi dengan ratusan bahasa berbeda; menganalisa teks, gambar, dan video; mengembangkan alat augmented reality baru; dan banyak lagi," ujar Kevin Lee dan Shubho Sengupta, engineer Meta, dalam postingan blog resmi Meta.

"Kami berharap RSC akan membantu kami dalam membangun sistem AI yang benar-benar baru yang bisa, contohnya, melakukan penerjemahan suara secara real-time untuk banyak orang dalam satu waktu, yang masing-masing berbisara dalam bahasa berbeda, jadi mereka bisa berkolaborasi dengan lancar dalam proyek penelitian ataupun bermain game AR bersama," jelas keduanya.

Pengembangan RSC dimulai 1,5 tahun lalu, yaitu saat engineer Meta mendesain bermacam sistem untuk komputer tersebut, seperti pendingin, tenaga, jaringan, dan perkabelan, yang semuanya dilakukan dari nol.

RSC tahap satu yang saat ini sudah berjalan menggunakan sistem berisi 760 Nvidia GGX A100, yang secara total berisi 6.080 GPU. GPU lazim digunakan sebagai prosesor untuk machine learning karena performanya lebih baik dibanding CPU.

Meta mengklaim RSC tahap dua akan selesai sebelum tahun 2022 berakhir, dan pada tahap itu RSC akan mempunyai 16 ribu GPU yang bisa melatih sistem AI dengan lebih dari setriliun parameter dalam data set yang ukurannya bisa mencapai satuan exabyte.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Setiap Orang Bisa Mencoba Kehidupan Virtual di Toko Meta"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)