Alun-alun Utara Yogya Dijual di Situs Next Earth, Ini Penjelasan Pakar IT  - Halaman 2

Alun-alun Utara Yogya Dijual di Situs Next Earth, Ini Penjelasan Pakar IT 

Jauh Hari Wawan S - detikInet
Kamis, 06 Jan 2022 16:22 WIB
BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 17:  German politician Christian Lindner of the FDP political party uses an Apple iPhone as he attends the Walther Rathenau Award ceremony on September 17, 2015 in Berlin, Germany. The award is in recognition of foreign policy achievements and Queen Ranias efforts on behalf of refugees and children.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Ilustrasi. Foto: GettyImages

"NFT adalah objek digital yang unik dan melekat pada objek digital tersebut. Layaknya membeli kendaraan dengan kepemilikan BPKB yang tercatat, maka membeli tanah virtual akan memiliki kepemilikan berupa NFT yang mencegah asset disalin dan diperbanyak," ucapnya.

Soal legalisasinya, menurut Ridi saat ini memang belum diatur sepenuhnya untuk aset virtual ini. "Tetapi mengacu pada statemen bank sentral Indonesia, uang kripto adalah digital commodities yang perlu dikaji kredibilitasnya," ujarnya.

Konsep jual beli dengan skema KPR menurut Ridi akan sangat mungkin terjadi di sini. Tetapi bukan mencicil, namun memiliki sebagian kecil dari landmark yang ada.

"Kita ingat saja aplikasi Go-Trade yang memungkinkan pembelian saham di dunia nyata dengan membeli sebagian kecil saja (mencicil). Jika dahulu membeli saham harus satu lot maka aplikasi seperti Go-Trade mem-virtualkan kepemilikan saham, sehingga seseorang bisa memilik 0.001 Lot saja," ucapnya.

"Bayangkan saja aplikasi Go-Trade ini adalah Next Earth maka bisa saja Next Earth menjual satu petak saja untuk di KPR-kan alih-alih menjadi satu komplek," sambungnya.

Sementara itu, pihak-pihak yang nama asetnya diklaim menurut Ridi bisa memilikinya di dunia virtual tentu dengan membeli atau justru membiarkannya saja. Sebab, sesuai dengan namanya, yakni dunia metaverse maka lokasi yang ada di metaverse ini tidak diberi nama atau unnamed teritory.

"Namun demikian pemilik aset virtual tersebut besar kemungkinan akan menamakannya dengan lokasi yang sama dengan di dunia nyata. Pada saat itu terjadi tentu pemilik asset real dapat memilikinya atau membiarkannya karena di dunia virtual yang berbeda," pungkasnya.

(fyk/fay)