Menkominfo Ajak Kepala Daerah Tingkatkan Digital Leadership

Menkominfo Ajak Kepala Daerah Tingkatkan Digital Leadership

Dea Duta Aulia - detikInet
Rabu, 15 Des 2021 14:12 WIB
Menkominfo Johnny G Plate
Foto: Kominfo
Jakarta -

Perkuat pengembangan smart city, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan program untuk meningkatkan kapabilitas, pengetahuan, keahlian digital salah satunya melalui Program Digital Leadership Academy (DLA).

"Salah satu aspek penting dalam mengembangkan smart city adalah dengan memiliki kemampuan di bidang digital yang mumpuni. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mengembangkan kapabilitas, pengetahuan, keahlian digital salah satunya melalui Program DLA," jelas Menkominfo Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis, Rabu (14/12/2021).

Ia menambahkan, DLA merupakan merupakan program pengembangan talenta digital tingkat lanjut atau advance digital skills yang dilaksanakan Kementerian Kominfo.

"Bertujuan untuk memfasilitasi pelatihan digital bagi para pemimpin, baik di sektor publik maupun di sektor privat," tambahnya.

Menurutnya, program yang telah diselenggarakan pada 2021 ini telah menghadirkan peserta sejumlah 300 orang dari sektor publik maupun privat. Ia juga menargetkan, pada 2022 mendatang, peserta yang mengikuti DLA bisa tembus sampai 400 orang.

Pelatihan DLA akan menargetkan target mitra kerja yang saat ini hanya empat perguruan tinggi menjadi 20 perguruan tinggi ternama di dunia.

"Digital Leadership Academy tahun 2021 ini berhasil menggandeng kemitraan dengan empat universitas ternama di dunia, yakni Nasional University of Singapore (NUS), Tsinghua University, Harvard Kennedy School, Oxford Internet Institute," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, DLA sendiri menghadirkan beragam tema seperti, Pelatihan Digital Transformation Smart City bersama NUS, Digital Transformation Digital Business bersama Tsinghua University, Digital Transformation Innovating, Public Policy and Service, dan Leading Smart Policy Design bersama Harvard Kennedy School serta Digital Transformation Theory Policy and Practice bersama Oxford Internet Institute.

Untuk mendorong agar pengembangan smart city terwujud, menurut Johnny perlu dukungan dari pemerintah daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

"Bapak-bapak bupati dan ibu-ibu bupati, bapak-bapak walikota dan ibu-ibu walikota, para kepala daerah, dinas-dinas Kominfo atau satuan kerja apapun namanya untuk ikut ambil bagian di dalam Digital Leadership Academy ini. Karena ini penting sekali untuk memahami dan mengetahui (kepemimpinan di era digital)," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan memahami dan mengetahui digital leadership maka digital policy, maka kebijakan digital dapat diberikan directive dan pengarahan yang lebih baik di dalam implementasi pembangunan kota kota cerdas.

Selain itu, para peserta juga tidak perlu takut untuk berkomunikasi. Pasalnya, program DLA memudahkan peserta untuk berkomunikasi karena disediakan berbagai terjemahan bahasa dan pendampingan agar dapat memastikan segala informasi.

Program DLA memudahkan peserta dalam berkomunikasi karena disediakan berbagai terjemahan bahasa dan pendampingan untuk memastikan peserta mendapatkan informasi, pengalaman, pengetahuan atau teori-teori utama dan dasar untuk pengambilan keputusan di wilayah kerja masing-masing.

"Melalui kesempatan ini, sekali lagi saya mengajak kepala daerah sekalian untuk dapat mengikuti Program Digital Leadership Academy ini pada periode tahun depan setidaknya dapat dimulai, beberapa diantaranya telah mengambil bagian di tahun 2021. Mari bangun ketangkasan kota lewat utilisasi teknologi, sambut potensi dan resiliensi negeri melalui smart city demi mewujudkan Indonesia terkoneksi, makin digital, makin maju," tuturnya.

Terakhir, ia mengatakan, agar upaya pengembangan dapat berjalan maksimal maka perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak.

"Termasuk lintas kementerian, lembaga negara, negara-negara sahabat yang mana perwakilannya pun turut hadir dalam kesempatan ini demi pengembangan smart city yang lebih akseleratif di Indonesia," tutupnya.



Simak Video "Polisi Koordinasi dengan Kominfo Blokir Akun YouTube Saifuddin Ibrahim"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)