Kisah 2 UMKM Difabel yang Sukses Berbisnis Lewat Tokopedia

ADVERTISEMENT

Kisah 2 UMKM Difabel yang Sukses Berbisnis Lewat Tokopedia

Inkana Izatifiqa R Putri - detikInet
Kamis, 02 Des 2021 22:09 WIB
The Able Art
Foto: Tokopedia
Jakarta -

Tokopedia terus berupaya mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, termasuk difabel. Menyambut Hari Difabel Sedunia pada Jumat (3/12), Tokopedia membagikan cerita inspiratif para difabel di balik UMKM, yang telah memanfaatkan teknologi dan berkontribusi terhadap perekonomian digital.

"Tokopedia terus memberikan panggung seluas-luasnya bagi pegiat UMKM lokal, termasuk difabel, untuk menciptakan peluang lewat pemanfaatan teknologi agar bisa bangkit bersama memulihkan ekonomi," kata External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/12/2021).

Salah satu mitra Tokopedia ialah Tommy Budianto, pemilik The Able Art. Ia menjadi salah pelaku UMKM yang membantu memberdayakan para seniman difabel. Berawal dari kecintaannya terhadap dunia sosial, Tommy pun mendirikan The Able Art di Pasuruan pada 2017.

Lewat The Able Art, dirinya membantu meningkatkan nilai jual lukisan karya seniman difabel. Hal ini dilakukannya dengan mereproduksi lukisan-lukisan tersebut menjadi berbagai produk, seperti hijab, tas, pouch dan lain-lain, untuk kemudian dijual offline maupun online.

"The Able Art didirikan untuk memberdayakan para seniman difabel agar tetap bisa berkarya sehingga mereka bisa memperoleh pendapatan tetap. Kami ingin setiap karya memiliki nilai sosial bagi masyarakat Indonesia," jelas Tommy.

Dalam menjalani usaha ini, Tommy menggandeng berbagai seniman lukis difabel dari sejumlah daerah mulai dari Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang hingga Bali. Bahkan, untuk mendapatkan hasil reproduksi lukisan yang berkualitas, Tommy juga kerap kali datang langsung ke tempat para seniman.

Berkat adaptasi digitalisasi, Tommy mengaku penjualannya meningkat cukup baik. Adapun dalam sebulan The Able Art bisa menjual hingga 100 produk.

"Di awal berjualan, penjualan kami hanya berkisar 10-20% dari sebelum kami bergabung dengan Tokopedia. Setelah memanfaatkan Tokopedia, The Able Art bisa mengirimkan rata-rata 100 pesanan dalam sebulan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Papua," katanya.

Selain Tommy, pemilik warung kelontong Toko Lariz sekaligus tunadaksa asal Semarang, Suhartini menjadi difabel yang berhasil meningkatkan pendapatannya lewat Tokopedia.

Sejak bergabung menjadi Mitra Tokopedia pada 2019, Suhartini mengaku dirinya bisa mempersiapkan stok produk sembako hanya melalui aplikasi, tanpa harus keluar rumah.

Aplikasi Mitra Tokopedia juga membuat Suhartini bisa menambah varian produk digital di tokonya, seperti pulsa, paket data, token listrik dan PDAM, sehingga pendapatannya pun meningkat. Bahkan, Suhartini pun mengaku kini warungnya menjadi sumber utama pendapatan keluarganya.

"Sejak bergabung di Mitra Tokopedia, warung saya semakin laris. Isi ulang stok warung juga sangat mudah karena saya tidak harus keluar rumah. Dengan berjualan produk digital, omzet saya naik 2 kali lipat," ungkapnya.

"Keterbatasan fisik bukan penghalang bagi saya. Dengan adanya teknologi, semua hal dimungkinkan. Saya ingin terus membuktikan bahwa tunadaksa bermodal minim juga bisa menciptakan peluang," pungkas Suhartini.



Simak Video "Tokopedia: E-commerce Favorit Belanja Produk Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT