Indonesia Paling Banyak Minta Google Hapus Konten

Indonesia Paling Banyak Minta Google Hapus Konten

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 10 Nov 2021 20:04 WIB
Womens hand typing on mobile smartphone, Live Chat Chatting on application Communication Digital Web and social network Concept. Work from home.
Literasi Digital Rendah, Indonesia Negara Paling Banyak Minta Hapus Konten. Foto: Getty Images/iStockphoto/oatawa
Jakarta -

Kurangnya literasi digital berdampak maraknya penyebaran hoax, penipuan online, cyber bullying, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital. Tak heran jika Indonesia menjadi negara yang paling banyak mengajukan permintaan menghapus konten.

Hal ini disinggung saat membahas tingkat literasi digital Indonesia, saat peluncuran Ruang Literasi Digital, kolaborasi Ruangguru dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rabu (10/11/2021).

Mengutip laporan yang dirilis Google berjudul 'Content Removal Transparency Report' periode Januari sampai Juni 2021, Indonesia menjadi negara yang paling banyak meminta penghapusan konten dan informasi dari berbagai layanan Google, seperti Google Search dan YouTube.

Sepanjang periode tersebut, terdapat 254.461 permintaan penghapusan konten dan informasi yang diajukan Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 254.399 konten dan informasi diajukan oleh otoritas informasi dan komunikasi.

Otoritas informasi dan komunikasi yang dimaksud Google adalah lembaga pemerintah yang bertugas untuk mengatur sektor informasi, media, dan/atau telekomunikasi, yaitu Kementerian Kominfo.

Untuk jenis konten dan informasi yang paling banyak diminta untuk dihapus adalah ujaran kebencian, serta barang dan jasa yang diatur. Jika berdasarkan platform, konten dan informasi dari YouTube paling banyak diminta untuk dihapus. Tujuan permintaan penghapusan konten adalah untuk melindungi dari konten-konten negatif yang dikhawatirkan menimbulkan kerugian bagi pengguna internet.

ruangguruFoto: screenshot

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius W. Pudjianto menyebutkan, berdasarkan survei Kementerian Kominfo, literasi digital Indonesia memang membaik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, namun belum cukup dikatakan baik.

"Akses terhadap internet makin tersebar dan makin cepat, tapi survei ini juga mengungkapkan literasi digital kita masih berada pada level sedang. Indonesia memiliki banyak PR dalam meningkatkan kecakapan digital," ujarnya.

Saat ini, jumlah pengguna internet di Indonesia tercatat meningkat signifikan. Pada awal tahun 2021, jumlahnya mencapai 202,6 juta atau 73,7% dari total jumlah penduduk Indonesia. Sayangnya, peningkatan penetrasi internet belum diikuti dengan kemampuan literasi digital masyarakat, sehingga memberikan tantangan yang besar di balik banyaknya efek positif yang dihadirkan oleh teknologi digital.

"Berdasarkan survei status literasi digital yang dilakukan Kemenkominfo 2020, Indonesia tercatat memiliki nilai indeks 3,47 dari rentang indeks 1-4, dengan penilaian indeks yang mengacu pada kerangka digital di sebuah negara milik UNESCO. Nilai indeks tersebut menandakan Indonesia berada dalam kategori literasi digital tingkat sedang dan belum mencapai status literasi yang baik," kata pendiri dan COO Ruangguru Iman Usman.

Melihat data-data yang menunjukkan kurangnya literasi digital yang mumpuni untuk masyarakat, Ruangguru meluncurkan platform belajar online Ruang Literasi Digital sebagai upaya mendukung percepatan pemahaman literasi digital pada masyarakat Indonesia.

Platform ini memberikan panduan belajar cerdas dalam mengoperasikan teknologi digital untuk meningkatkan kecakapan dalam bermedia di ruang digital. Kolaborasi Ruangguru dengan Kementerian Kominfo ini berupaya mengedukasi siswa, guru, dan masyarakat umum melalui video edukatif yang mudah dicerna dan dapat diakses secara gratis.

Ruang Literasi Digital dapat diakses masyarakat secara gratis sejak hari ini melalui aplikasi Ruangguru yang dapat diunduh di toko aplikasi atau dengan mengunjungi situs https://www.ruangguru.com/literasidigital.



Simak Video "Nicholas Saputra Sambut Baik Program Literasi Digital Kemkominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)