Video TikTok Viral Ini Tak Sengaja Bikin Kacau Ribuan Survei Ilmiah

Video TikTok Viral Ini Tak Sengaja Bikin Kacau Ribuan Survei Ilmiah

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 27 Sep 2021 21:14 WIB
TikTok Bantah Tuduhan Bagikan Data Pengguna India ke Pemerintah Cina
Video TikTok Ini Tak Sengaja Bikin Ribuan Survei Ilmiah Terganggu. Foto: DW (News)
Jakarta -

Video TikTok dari seorang remaja ini tidak sengaja menciptakan gangguan pada ribuan studi ilmiah. Kok bisa? Dari kasus ini kita belajar bahwa menjadi viral di internet bisa menjadi berkah atau kutukan, dan terkadang keduanya.

Itulah yang terjadi pada platform survei ilmiah, Prolific. Video TikTok seorang remaja membuat nama platform ini tersebar ke jutaan orang. Ini adalah hal yang bagus kan, sebenarnya. Itu artinya semakin banyak yang mengetahui soal platform ini.

Akan tetapi, ada sesuatu yang harus dihadapi sebagai konsekuensi tak terduga dari ketenaran viral mereka. Ya seperti tadi disampaikan, gangguan terhadap ribuan penyelidikan ilmiah.

Seorang remaja bernama Florida Sarah Franklin-lah yang memposting video di TikTok dan berbicara tentang bagaimana seseorang dapat dibayar untuk mengikuti survei di situs-situs seperti Prolific.co.

"Selamat datang pekerjaan sampingan, saya sarankan untuk mencoba - bagian pertama," katanya dalam video.

"Pada dasarnya, ini adalah sekumpulan survei untuk jumlah uang yang berbeda dan jumlah waktu yang berbeda," sambungnya.

Dihimpun detikINET dari IFL Science, Senin (27/9/2021) video itu dibagikan secara luas dan begitu banyak orang terlibat sehingga Prolific memposting di Reddit tentang ketenaran viral mereka.

Tapi ada yang lupa dipikirkan. Responden mereka memang meningkat, tetapi penonton TikToker remaja mungkin tidak mewakili populasi AS secara umum padahal ini adalah sesuatu yang penting untuk melakukan survei di mana peneliti harus mengandalkan beragam subjek untuk tanggapan.

Data dari perusahaan menunjukkan bahwa sebelum 24 Juli, peserta kurang lebih setara dari segi jenis kelamin dan rentang usia. Beberapa hari setelah video itu menjadi viral, para ilmuwan yang kebingungan menemukan bahwa 90% responden survei mereka adalah perempuan dengan usia rata-rata 21 tahun. Menurut The Verge, sekiranya ada 4.600 survei yang terganggu oleh masuknya peserta baru secara tiba-tiba.

Gangguan itu, untungnya, tidak permanen. Itu dikarenakan data tampaknya memudar perlahan seiring berkurangnya popularitas video TikTok tersebut.

Prolific telah menawarkan beberapa perbaikan, dan bahkan kompensasi dalam beberapa kasus, kepada pembuat survei, beberapa di antaranya telah menemukan cara untuk mengatasi data, menganalisis gender secara terpisah. Prolific juga memungkinkan peneliti untuk memilih responden berdasarkan 'Tanggal Bergabung Peserta' dan menggunakan penyaring sampel representatif mereka secara gratis.

"Kami berdedikasi untuk memberdayakan Anda untuk melakukan penelitian hebat di Prolific, dan kualitas data adalah prioritas utama kami," kata pemimpin dukungan Prolific Nick Charalambides dalam sebuah posting blog.

"Selain langkah-langkah di atas, kami juga akan memantau lebih dekat kumpulan peserta di Prolific untuk menghindari lonjakan serupa dalam pendaftaran, sampai kami memiliki kontrol yang lebih kuat untuk memungkinkan Anda menyeimbangkan studi Anda dengan mudah di demografi tertentu," tandasnya.



Simak Video "Survei Indikator: Kepuasan Akan Kinerja Jokowi & Kepercayaan pada KPK Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)