Cara Google Lindungi Pengguna dari Website Berbahaya

Cara Google Lindungi Pengguna dari Website Berbahaya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 08 Sep 2021 17:14 WIB
Toko fisik pertama Google buka di New York
Cara Google Lindungi Pengguna dari Website Berbahaya (Foto: Google dan Paul Warchol)
Jakarta -

Setiap harinya Google selalu mendata halaman web baru untuk dimasukkan ke dalam indeks penelusurannya, atau yang biasa disebut sebagai crawling. Tapi tentu tidak semua halaman web baru di internet benar-benar aman, misalnya situs yang sifatnya spam, digunakan untuk phishing, berisi malware, dan lain-lain.

Google Search Liaison, Danny Sullivan mengatakan Google sudah memiliki sistem untuk melindungi pengguna dari ancaman hasil pencarian yang mengarah ke website berbahaya.

"Kami memiliki sistem yang dirancang untuk mencoba mencegah website dan konten seperti itu muncul di hasil pencarian teratas di Search," kata Danny dalam diskusi virtual tentang Google Search, Rabu (8/9/2021).

Sullivan mengatakan saat ini indeks penelusuran Google berisi ratusan miliar halaman web atau setara dengan 100 juta GB. Jika dicetak menjadi buku, ratusan miliar halaman ini bisa membentang ke Bulan hingga 12 kali.

Untuk menghindari halaman web berbahaya muncul di halaman pertama Search, Google mengerahkan sistem deteksi spam otomatis yang cara kerjanya mirip seperti filter spam yang ada di email. Berdasarkan data Google, pada tahun 2020 saja mereka menemukan 40 halaman web spam setiap harinya.

Setelah terdeteksi secara otomatis, halaman spam akan ditinjau secara manual oleh tim penghapus spam di Google. Tim ini akan melihat apakah halaman tersebut melanggar Webmaster Guideline dan menghubungi kreator website untuk menyelesaikan masalahnya.

Selain mendeteksi halaman web yang bersifat spam, Google juga memiliki sistem yang bisa memperingatkan pemilik website jika situs mereka dibobol oleh hacker. Sistem ini akan menampilkan peringatan di hasil pencarian yang menandakan kalau website telah diretas.

"Ini cukup sulit jika itu adalah website yang penting. Tapi website-nya sendiri yang kita ketahui sudah diretas, dan mungkin pemiliknya tidak menyadari," jelas Sullivan.

"Kami kadang akan mengatakan di hasil pencarian, 'Peringatan, website ini mungkin sudah diretas', sebagai cara untuk memperingatkan pemilik website dan orang lain bahwa, ya website ini memang penting, tapi Anda harus tahu bahwa mungkin ada beberapa masalah," pungkasnya.



Simak Video "Refleksi Google di Ulang Tahun ke-23"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)