Vicky Zhao Si Putri Huan Zhu yang Dilenyapkan China

Round Up

Vicky Zhao Si Putri Huan Zhu yang Dilenyapkan China

Tim - detikInet
Sabtu, 04 Sep 2021 07:42 WIB
Vicky Zhao Instagram
Vicky Zhao Si Putri Huan Zhu yang Dilenyapkan China. Foto: Instagram/@vicki_zhaowei
Jakarta -

Aktris paling terkenal dari China, Zhao Wei atau Vicky Zhao diberangus oleh pemerintah China. Mendadak seluruh konten dan media sosialnya dihapus sehingga tidak bisa lagi diakses di negara tersebut.

Sosok yang dikenal lewat perannya sebagai Xiaoyanzi dalam drama lawas Putri Huan Zhu (My Fair Princess) ini memiliki penggemar dari berbagai negara. Pemirsa dari mancanegara juga banyak mengenalnya dari film seperti Shaolin Soccer dan Romance in the Rain. Dirangkum detikINET, Sabtu (4/9/2021), berikut ini kronologi Vicky Zhao disingkirkan oleh China.

Dilenyapkan dari internet

Dikutip detikINET dari ABC, eksistensi Zhao di internet disensor oleh pemerintah China. Film dan serial televisi yang ia bintangi atau sutradarai pun dihapus dari banyak platform video negara itu. Tak cukup sampai di situ, akun dan fan page Vicky Zhao di media sosial Weibo juga ikut dilenyapkan. Bahkan, hashtag Zhao di media sosial disensor oleh pemerintah China.

Keberadaan Vicky Zhao

Sempat muncul kabar bahwa Zhao sudah terbang dengan pesawat pribadinya keluar China dan terdeteksi mendarat di Bandara Bordeaux, Prancis. Zhao dan suaminya Huang Youlong memang punya kebun anggur yang lokasinya dekat dengan Bordeaux.

Namun kemudian, spekulasi ini dimentahkan karena netizen mendapati akun Instagram Vicky Zhao mengabarkan dia masih berada di China. Dia dikabarkan berada di Beijing bersama ibunya, namun kemudian postingan tersebut dihapus.

Alasan China 'sikat' Vicky Zhao

Media pemerintah China, Global Times, menyebut bahwa Zhao banyak punya skandal. Misalnya, ia digugat dalam masalah bisnis investasi, termasuk kepemilikan saham di Alibaba Pictures Group yang dimiliki Alibaba, perusahaan Jack Ma.

Ada juga yang menilai Presiden China Xi Jinping tidak senang dengan pemujaan berlebihan pada selebriti dan ketenaran mereka di media sosial karena dianggap tidak sesuai dengan karakter China.

Sebelumnya, Cyberspace Administration of China (CAC) mengeluarkan panduan untuk mengatur fanpage para selebriti di jagat online. Semua pihak juga dilarang meranking pesohor berdasarkan popularitasnya.

Tingginya gaji pesohor merupakan pertanda jelas kesenjangan ekonomi. Dari perspektif ideologi, Partai Komunis China ingin agar para seleb menjadi panutan untuk membantu mempromosikan nilai-nilai patriotisme dan cinta pemerintah.

Namun ada hal lain yang juga jadi perhatian. Gaya hidup mewah sebagian selebriti dinilai sebagai pertanda kerusakan moral. Hal itu disebut sebagai budaya yang toxic dan tidak sesuai untuk anak muda. Maka itulah razia digalakkan, termasuk pada Zhao.



Simak Video "Vicky Zhao Online Lagi Usai 'Dilenyapkan' Pemerintah China"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)