Sudah Ada 1.808 Hoax Soal COVID-19, Paling Banyak di Facebook

Sudah Ada 1.808 Hoax Soal COVID-19, Paling Banyak di Facebook

Sui Suadnyana - detikInet
Kamis, 02 Sep 2021 12:45 WIB
Southeast Asia Internet Governance Forum (SEAIGF) 2021 di Bali
Konferensi pers Southeast Asia Internet Governance Forum (SEAIGF) 2021 di Bali (Sui Suadnyana/detikcom)
Badung -

Serangan hoax soal COVID-19 masih jauh dari selesai. Sudah ada 1.808 hoax dan paling banyak di Facebook.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada 1.808 hoax soal pandemi COVID-19. Jumlah itu terhitung dari 23 Januari 2020 sampai 28 Juli 2021.

"Jadi 1.808 isunya itu, dia disebarkan sampai 4.126 sebaran," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Usman Kansong dalam acara Southeast Asia Internet Governance Forum (SEAIGF) 2021 di Bali, Rabu (1/9/2021).

Usman mengatakan, dari 4.126 sebaran hoax tersebut, sebanyak 3.884 di antaranya dilakukan take down. Sementara 242 konten sisanya ditindaklanjuti dengan kontra narasi.

"Kontra narasi itu artinya kita sampaikan ke masyarakat itu salah, yang benar adalah ini. Kemudian kita sampaikan kontra narasi itu di platform yang dimiliki Kominfo dan biasanya juga akan dikutip oleh media mainstream," jelasnya.

Akan tetapi, sebagian besar isu hoax tersebut disikapi oleh Kominfo dengan men-take down. Usman mengatakan, pihaknya pun meminta pihak pemilik platform digital untuk melakukan take down jika ditemukan hoax.

"Karena sebagian besar isu hoax ini mengalir lewat Facebook, jadi kita minta Facebook dan media sosial lainnya untuk men-take down, men-delete konten hoax itu dari platform digital mereka. Itu sebagian besar kita lakukan," kata dia.

Di sisi lain, terdapat juga isu hoax soal vaksin. Catatan Kominfo sepanjang 4 Oktober 2020 sampai 28 Juli 2021 ada temuan 270 hoax dengan sebarannya mencapai 1.897 dan semuanya dilakukan take down.

Menurutnya, isu hoax itu mengganggu proses komunikasi publik dalam mengajak masyarakat untuk mengatasi pandemi COVID-19. Karena itu, pihaknya melakukan literasi digital di hulu dan kontra narasi serta take down di hilir.

"Kita juga melakukan penegakan hukum, tapi sebagian kecil. Kebanyakan memang kita lakukan kontra narasi dan take down," kata dia.



Simak Video "Hoax Vaksin Timbulkan Varian Baru dan Sebabkan Kematian Dalam 2 Tahun!"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)