Kominfo Ajak Masyarakat Download PeduliLindungi, Apa Saja Fungsinya?

Kominfo Ajak Masyarakat Download PeduliLindungi, Apa Saja Fungsinya?

Khoirul Anam - detikInet
Selasa, 17 Agu 2021 23:37 WIB
Cek PeduliLindungi.id untuk Akses Sertifikat Vaksin 1, Ini Cara Mudahnya!
Foto: (dok ITDC)
Jakarta -

Masyarakat diajak untuk lebih memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi guna membantu upaya penanganan pandemi COVID-19. Diketahui, PeduliLindungi membantu proses pelacakan digital sebagai salah satu upaya utama menangani pandemi.

"Aplikasi ini mengandalkan kepedulian masyarakat untuk saling melindungi, dengan cara membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita COVID-19 dapat dilakukan. Dengan demikian, memudahkan pemerintah untuk mengidentifikasi dan mendeteksi masyarakat melalui lacak data lokasi dan informasi secara digital," ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dalam keterangan tertulis, Selasa (17/8/2021).

PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan pemerintah melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) dan operator telekomunikasi. Aplikasi ini membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan digital untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Lewat aplikasi ini, pengguna akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau di kawasan zona merah. Pengguna juga akan mendapatkan peringatan jika di lokasi mereka berada terdapat orang yang terinfeksi COVID-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan.

Johnny juga menjelaskan, PeduliLindungi terhubung dan terintegrasi dengan sistem dan basis data Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Melalui fitur pindai QR Code, kata dia, aplikasi ini akan bisa melacak data masyarakat yang sudah tervaksinasi dan menampilkan hasil testing (tes swab PCR atau Antigen).

Selain itu, PeduliLindungi memiliki beberapa fitur, seperti sertifikat vaksin, fitur E-Hac, Informasi Zona Risiko, Paspor Digital, dan fitur lain. Beragam fitur ini berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah melaksanakan surveilans (pengamatan) kesehatan dan memfasilitasi tatanan kehidupan baru.

Johnny meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan data. Menurutnya, semua data pengguna dijamin aman oleh pemerintah melalui payung hukum yang kuat.

Hal ini itu, lanjutnya, tertuang melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 253 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Menkominfo Nomor 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Aplikasi PeduliLindungi Dalam Rangka Pelaksanaan Surveilans Kesehatan Penanganan COVID-19. Ia menambahkan, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, aplikasi tersebut dipastikan aman dari ancaman peretas (hacker).

"Aplikasi ini aman dan dikembangkan oleh anak bangsa sendiri. Masyarakat sudah bisa mengunduh aplikasi ini secara gratis di Play Store dan App Store," tegas Johnny.

Diketahui, PeduliLindungi juga memberikan kontribusi sebagai sarana screening selama masa PPKM. Dalam masa percobaan pembukaan pusat perbelanjaan/mall pada 9-16 Agustus lalu, pemerintah memperoleh data 1.015.303 orang yang melakukan check-in pada sistem PeduliLindungi.

Sementara itu, tercatat 619 orang yang ditolak masuk oleh sistem PeduliLindungi dan tidak diperkenankan masuk ke dalam pusat perbelanjaan/mall.

Dalam penerapan perpanjangan PPKM selanjutnya, PeduliLindungi akan tetap digunakan sebagai sarana screening pada berbagai kegiatan di wilayah PPKM Level 4 dengan uji coba dan wilayah Level 3. Proses screening melalui aplikasi PeduliLindungi akan dilakukan pada beberapa kegiatan.

Pertama adalah screening terhadap pengunjung pusat perbelanjaan/mal. Ini dilakukan karena ada peningkatan kapasitas kunjungan pada pusat perbelanjaan/mal menjadi 50%, serta akses dine-in atau makan di tempat sejumlah 25% atau 2 orang per meja.

Kedua adalah screening terhadap karyawan dan non karyawan yang masuk ke lokasi pabrik. Hal ini terkait dengan uji coba pemerintah dalam pelaksanaan protokol kesehatan untuk perusahaan berorientasi ekspor dan orientasi domestik yang ditentukan oleh oleh Kementerian Perindustrian.

Ketiga, screening dalam uji coba penerapan SOP olahraga jenis luar ruangan (outdoor) yang dilakukan secara individu atau kelompok, dengan jumlah peserta tidak lebih dari 4 orang dan tidak melibatkan kontak fisik.

"Pemerintah akan terus meningkatkan kemampuan dari aplikasi agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalani kehidupan dengan kebiasaan baru, serta mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian pandemi," ungkapnya.

Ia menambahkan, semakin banyak masyarakat memasang aplikasi PeduliLindungi, maka semakin tinggi pula tingkat akurasi deteksi penyebaran COVID-19. Untuk itu, kata dia, peran masyarakat melalui aplikasi PeduliLindungi sangat dibutuhkan dalam membantu penanggulangan sebaran COVID-19 di Tanah Air.



Simak Video "Kerap Bermasalah, Aduan PeduliLindungi Sampai Ratusan Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)