Ribuan PS4 di Tambang Kripto Ternyata Buat Cari Item Langka

Ribuan PS4 di Tambang Kripto Ternyata Buat Cari Item Langka

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 20 Jul 2021 12:00 WIB
Tambang Kripto di Ukraina yang menggunakan ribuan PS4
PS4 di penambangan Bitcoin di Ukraina. Foto: Dok. SSU
Ukraina -

Ada ribuan PS4 Slim yang disita di Ukrania saat kepolisian negara tersebut menggerebek tempat yang disebut sebagai sebuah tambang kripto. Ternyata dalam penyelidikan lebih lanjut, PS4 itu tidak dipakai untuk menambang mata uang kripto.

Dalam laporan sebelumnya, PS4 tersebut diduga dipakai untuk menambang kripto seperti Bitcoin, meski tak punya kemampuan komputasi yang mumpuni dibanding perangkat yang lazim dipakai untuk menambang.

Namun dalam investigasi lebih lanjut, PS4 itu dipakai untuk mencari pemain sepakbola langka di game FIFA. Tepatnya PS4 itu dipakai untuk mengumpulkan uang di dalam game tersebut, demikian dikutip detikINET dari Pcmag, Selasa (20/7/2021).

Uang di dalam game itu kemudian dipakai untuk membeli kartu Ultimate Team di FIFA untuk mencari pemain langka, yang kemudian bisa dijual dengan harga mahal. Dengan banyaknya konsol yang dipakai, kemungkinan untuk mendapat kartu langka pun akan lebih besar.

Selain 3800 PS4, Security Service of Ukraine (SBU) juga menyita 500 kartu grafis, 50 prosesor, notebook, ponsel, dan flash disk dalam penggerebekan tersebut.

Penggerebekan tambang mata uang kripto belakangan memang tengah marak dilakukan pihak berwajib di berbagai negara. Kabar terbaru ada dari Malaysia, yang baru menggerebek tambang kripto di Serawak.

Barang bukti dari penggerebekan tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dilindas dengan kendaraan berat stoom. Sebanyak 1.069 alat penambangan kripto seperti Bitcoin dan Ethereum dihancurkan. Mesin PC tersebut diambil dalam enam razia yang digelar antara bulan Februari sampai April di tahun 2021 ini.

Tambang mata uang kripto tersebut digerebek karena mencuri listrik dari Sarawak Energy Berhad. Listrik yang dicuri tak tanggung-tanggung nilainya, mencapai USD 2 juta. Penambangan kripto ini memang menggunakan listrik yang sangat besar, dan belakangan dikritik karena membahayakan lingkungan karena konsumsi listriknya yang terlalu besar.



Simak Video "El Salvador Negara Pertama yang Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)