Cegah Krisis Kebutuhan Talenta Digital, Ini Kontribusi Tokopedia

Cegah Krisis Kebutuhan Talenta Digital, Ini Kontribusi Tokopedia

Khoirul Anam - detikInet
Kamis, 17 Jun 2021 21:45 WIB
Logo Tokopedia
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Talenta digital dinilai memiliki peluang besar dalam ekosistem digital di Indonesia. Hal ini diungkapkan Vice President of Engineering & Chief of Staff Technology Tokopedia Aswin T. Utomo.

"Pak Presiden Jokowi bilang, kalau Indonesia lagi kekurangan talenta digital, kita butuh 9 juta talenta digital untuk 12 tahun ke depan. Jadi kesempatan untuk mendorong talenta digital ini besar sekali. Dan ini makanya kita, di Tokopedia mau berkontribusi dalam mendorong lahirnya bakat digital generasi muda di Indonesia," jelas Aswin dalam Talk Show virtual bertema 'Membuka Rahasia Dapur Teknologi Unicorn Indonesia' Kamis (17/6/2021).

Dia memaparkan bahwa talenta digital adalah orang-orang yang bekerja atau berkontribusi bagi industri digital, yakni industri yang mengajak orang lain untuk memanfaatkan teknologi. Selain itu, talenta digital menjadi pelaku yang turut terlibat dalam revolusi industri 4.0.

Aswin menjelaskan semua keterampilan yang berhubungan dengan digital diperlukan dalam industri tersebut. Dia mencontohkan bahwa di dalam software engineering, terdapat tim back-end dan tim front-end.

"Front-end saja terbagi lagi menjadi, kalau di Tokopedia ada tim web platform, yang berhubungan dengan desktop dan lite, ada juga iOS, ada Android, ada database, ada tim cloud. Kalau saya bilang enggak ada satu lebih on-demand, karena speaking dari Tokopedia semua dibutuhkan," papar dia.

Aswin juga menegaskan ekosistem digital memiliki peluang dalam kemajuan industri teknologi di Indonesia. Menurutnya, teknologi itu harus bisa berguna untuk masyarakat dan bukan sebagai hambatan.

"Benar-benar komitmen untuk membantu ekosistem ini kita ingin kerjain karena memang dengan skill Tokopedia, kita rasa, kita harus sudah mulai berbagi. Kita bisa kontribusi di ekosistem digital di Indonesia ini. Karena kalau tidak ada ekosistem, di mana kita saling belajar-mengajar, itu agak berat untuk kita maju," ujarnya.

Di sisi lain, Tokopedia mengadakan START Summit, yakni acara konferensi mengenai teknologi. Aswin mengungkapkan agenda tersebut merupakan ajang berbagi informasi, khususnya bidang teknologi.

"STAR summit hanya fokus di satu hari. Memang ini kita akan ambil orang-orang topnya kita. Kalau beberapa hari, mungkin mereka sibuk untuk itu. Jadi ini benar-benar kesempatan yang jarang-jarang, sih untuk mereka spare waktu untuk sharing," ungkapnya.

Diketahui, START Summit akan diselenggarakan pada 3 Juli mendatang. Agenda tahunan tersebut merupakan kali kedua dari Tokopedia.

"Yang pertama tahun lalu itu, saya dan teman-teman ngerasa bangga sekali, enggak nyangka animonya bagus sekali. Ini pure event sharing experience, enggak ada jualan, nggak ada apa, benar-benar kita sharing," ujarnya.

Selain itu, lanjut Aswin, setiap bulannya Tokopedia mengadakan program START Summit Extension. Dalam program ini, Tokopedia memberikan workshop dan mengundang tokoh-tokoh yang sudah berpengalaman di bidang teknologi untuk menginspirasi para peserta. Tokopedia juga menyediakan beasiswa bagi para mahasiswa.

"Kita juga bekerja sama dengan Universitas Katolik Atmajaya. Kita bikin mata kuliah e-commerce di sana. Kita melakukan kerja sama untuk berkontribusi," lanjutnya.

Aswin menegaskan program-program yang dihadirkan Tokopedia Academy dapat diakses secara gratis. Sebab, kata dia, pihaknya ingin benar-benar berbagi.

(akn/fay)