Diserang Pengguna dan Pemerintah, WhatsApp Bikin Pencitraan Baru

Diserang Pengguna dan Pemerintah, WhatsApp Bikin Pencitraan Baru

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 15 Jun 2021 13:20 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Aplikasi WhatsApp. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

WhatsApp belakangan mendapatkan kritikan baik dari para user maupun pemerintah berbagai negara. User banyak yang tidak senang dengan aturan privasi baru sehingga WhatsApp menunda penerapan sanksi bagi yang tak mematuhi sampai waktu yang belum ditentukan.

Kemudian pemerintah berbagai negara ingin bisa mengakses pesan WhatsApp dalam rangka melacak pelaku kriminal. Hal ini ditentang WhatsApp karena perlindungan enkripsi end to end membuat privasi user aman, siapapun tidak bisa mengaksesnya bahkan WhatsApp sendiri.

Menghadapi tantangan itu, WhatsApp meluncurkan kampanye iklan baru bahwa mereka memprioritaskan privasi dan keamanan pengguna. WhatsApp mengklaim tak mungkin mereka mengakses percakapan pengguna sehingga tidak bisa pula menyediakan akses itu pada pemerintah atau penegak hukum.

"Enkripsi ini berarti jika Anda mengirim pesan ke seseorang atau mengatakan sesuatu, tidak ada selain orang yang Anda kirim bisa mendengar atau melihatnya. Bahkan WhatsApp, Facebook pun tidak. Dan kami pikir itu sangat-sangat penting," cetus Head of WhatsApp, Will Cathcart.

"Hal itu adalah tool penting bagi jurnalis, aktivis, whistleblower, saya pikir orang memahami itu. Tapi kami juga yakin sangat penting pula bagi setiap orang," tambah sang bos WhatsApp yang dikutip detikINET dari Independent, Selasa (15/6/2021)

Ia mengakui kampanye ini diluncurkan untuk membetulkan kesalahpahaman tentang aturan privasi baru WhatsApp. "Kami memang tidak cukup jelas, kami melihat kebingungan," katanya. Tapi saat ini menurutnya banyak user sudah paham dan setuju dengan kebijakan baru itu.

Di sisi lain, WhatsApp juga ingin menanggapi berbagai kritikan dari pemerintah negara termasuk Inggris yang mengkritik enkripsi atau penyandian di layanannya. Mendagri Inggris, Priti Pattel, menyatakan teknologi itu membuat penegak hukum kesulitan mendapatkan bukti percakapan para penjahat.

"Kami tentu bicara pada pemerintah di seluruh dunia dan menyebutkan enkripsi menyeluruh adalah hal bagus. Itu melindungi keamanan warga negara dan penting di saat seluruh hidup kita jadi digital di tengah dunia yang penuh hacker," kata Catchart.



Simak Video "WhatsApp Kini Bisa Dipakai di 4 Perangkat Sekaligus, Berikut Faktanya..."
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)