Leastric, Aplikasi Hemat Listrik Bikinan Anak Indonesia yang Dipuji Apple - Halaman 2

Leastric, Aplikasi Hemat Listrik Bikinan Anak Indonesia yang Dipuji Apple

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 09 Jun 2021 21:42 WIB
Leastric
Leastric. Foto: dok Leastric

Akhirnya mereka bikin alat sendiri. Agar semuanya bisa rampung tepat waktu, kelompok Marilyn pun memecah tugas.

"Kelompok kami yang anggota enam orang dibagi dua, sebagian ngerjain device, sebagian lagi menggarap aplikasi dengan waktu bersamaan. Titik point bertemu ketika device itu bisa kirim data ke aplikasi, sebaliknya aplikasi bisa mengambil data dari device. Itu semua dalam tiga bulan," cerita Marilyn.

Kelompok Marilyn mendapat kejutan di sebulan terakhir deadline. Mentornya memberikan tambahan tantangan agar aplikasi yang mereka buat dapat menghidupkan dan mematikan perangkat.

Berkat semangat dan tekad yang kuat, semua tantangan yang diberikan dapat diselesaikan. Kerja keras mereka pun diganjar pujian dari Apple dengan memasukan Leastric dalam daftar spotlight. Mereka yang masuk spotlight ini diminta untuk mempresentasikan aplikasinya di hadapan menteri.

"Jujur kami tidak menyangka, karena tidak berharap itu. Karena cuma kami ingin memberi yang terbaik," kata perempuan yang hobi menari ini.

Ketika dipresentasikan, banyak pujian diberikan. Bahkan ada seorang pebisnis yang sudah langsung ingin memasang Leastric. Tak sampai di situ, beberapa venture capital menganjurkan Leastric dijadikan startup karena punya potensi besar.

LeastricLeastric Foto: dok Leastric

"Kami tidak menyangka responnya sebesar itu, tak kepikiran sampai di situ (menjadi startup). Padahal kami membuat karya untuk sekadar tampil dan lulus," kenang Marilyn.

Dari sana, Marilyn bersama rekannya berembuk menentukan nasib Leastric, apakah karya yang mereka buat itu akan diteruskan ke tahap selanjutnya atau tidak. Akhirnya semua sepakat untuk meneruskan.

Leastric sempat dimasukkan ke program inkubator Telkom Indigo dan berhasil mendapatkan dana untuk pengembangan. Dana tersebut memang bisa membuat Leastric 'bernafas lebih panjang', namun tantangan berat kembali dihadapi. Bersamaan dengan pengembangan layanan Leastric, COVID-19 menghantam Indonesia.

"Jadi susah datang ke customer karena terbatas. Beberapa bisnis yang awalnya mau berkolaborasi akhirnya lepas karena COVID-19," kata Marilyn.

Berbekal dana yang dimiliki, Leastric akhirnya memfokuskan diri pada pengembangan. Selain itu mereka melakukan uji coba ke konsumen untuk melihat apakah solusi mereka dibutuhkan.

Hasilnya masyarakat memang membutuhkan solusi tersebut, tapi sayangnya kerelaan untuk membayar kurang. Mendapati fakta tersebut, Leastric coba mengalihkan target market mereka, dibidiklah segmen bisnis.

LeastricLeastric Foto: dok Leastric

Ternyata keputusan tersebut tepat, sebab banyak pelaku bisnis membutuhkan solusi pemantauan listrik. Akhirnya kini pengguna Leastric adalah pemilik kost-kostan, apartemen, hotel dan lainnya.

Kendati begitu, Leastric tidak menutup diri bila ada konsumen rumahan ingin menginstalasi solusi yang mereka berikan.

"Walaupun saat ini fokus di segmen bisnis, tapi kami tetap mengembangkan di perumahan. Kami akan menambahkan value added agar dapat melihat seberapa mereka bisa hemat. Tetap mengubah behaviour, namun dapat mereka rasakan langsung (hematnya)," pungkas Marilyn.

(afr/fay)