Sains dan Matematika Jadi Modal 'Bertahan Hidup' di Masa Depan

Sains dan Matematika Jadi Modal 'Bertahan Hidup' di Masa Depan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 06 Jun 2021 21:15 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 19: Children play in a large mirrored object at the Science Museum on its official re-opening day on August 19, 2020 in London, England. The Science Museum reopens its doors to the public today, nearly five months after the Coronavirus pandemic shut down all public spaces. (Photo by Dan Kitwood/Getty Images)
Ilustrasi. Foto: Getty Images/Dan Kitwood
Jakarta -

Di masa depan, keterampilan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sangat dibutuhkan, apabila tidak ingin terganti oleh teknologi automasi.

Menurut laporan World Economic Forum, diprediksikan 85 juta pekerjaan akan digantikan oleh teknologi automasi pada tahun 2025. Sementara itu, 97 juta peran baru akan muncul dengan pembagian kerja baru antara manusia, mesin, dan algoritma.

Situasi tersebut mengindikasikan pekerjaan masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang kapabel dalam bidang STEM dan terampil berpikir kritis.

Namun sayangnya, itu menjadi tantangan bagi Indonesia. Sebab, nilai kompetensi matematika pelajar RI menempati peringkat 72 dari 78 negara, sedangkan sains di peringkat 70 dari 78 negara.

Untuk menumbuhkan minat pada STEM, mengingat kedua kategori di atas Indonesia masih di bawah rata-rata dunia, digelar STEM Education for Children oleh HP Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia.

"Melalui STEM Education for Children, kami ingin membangkitkan antusiasme para pelajar terhadap STEM dan mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan masa depan," ujar Managing Director HP Indonesia Fiona Lee dalam siaran persnya.

Untuk menumbuhkan minat pada STEM, yang masih di bawah rata-rata dunia, digelar STEM Education for Children oleh HP Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia.Untuk menumbuhkan minat pada STEM, yang masih di bawah rata-rata dunia, digelar STEM Education for Children oleh HP Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia. Foto: HP Indonesia

Dalam program ini, untuk saat sekarang menyasar 50 pelajar dan 10 guru dari SDN Lenteng Agung 01 Jakarta dan SDN Pepelegi 2 Sidoarjo. Program ini diharapkan mendukung para pelajar menumbuhkan minat di bidang STEM dan mengasah keterampilan di abadi 21.

Di sisi lain untuk mendorong anak Indonesia minat ke STEM, ini juga bagian dari menggalakkan literasi sains sebagai satu dari enam literasi dasar yang harus diakui pelajar Indonesia.

Di STEM Education for Children digelar dua hari. Selama itu pula, peserta terlibat dalam serangkaian pembelajaran interaktif seputar teknologi dan energi yang dilakukan secara online.

Lewat kurikulum HP LIFE, para pelajar akan dibekali pemahaman menghemat penggunaan energo dan memanfaatkan berbagai energi terbarukan yang ada di sekitar mereka.

Pada sesi eksperimen, peserta membuat prototipe lampu lalu lintas untuk memahami aplikasi konversi energi dan juga cara kerja teknologi.

Disebutkan, selain meningkatkan pengetahuan siswa, program STEM Education for Children juga menginspirasi para guru untuk mengembangkan pembelajaran STEM dengan konsep serupa di sekolah.



Simak Video "Terapi Stem Cell Efektif Sembuhkan Pasien COVID-19 Gejala Berat"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)