Ada 4 Ruang Simulasi di Program Literasi Digital Kominfo, Ini Isinya

Ada 4 Ruang Simulasi di Program Literasi Digital Kominfo, Ini Isinya

Angga Laraspati - detikInet
Jumat, 21 Mei 2021 15:54 WIB
Kemenkominfo
Foto: Kemenkominfo
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan Program Literasi Digital Nasional dengan tema 'Indonesia Makin Cakap Digital'. Dalam kegiatan ini, Kominfo menampilkan beberapa ruang pamer program yang terinspirasi dari beberapa pilar.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan program literasi digital adalah sebuah keharusan di tengah semakin intensifnya penggunaan internet oleh masyarakat, di mana saat ini terdapat setidaknya 196,7 juta warganet di Indonesia.

"Tugas kita bersama adalah memastikan setiap anak bangsa mampu mengoptimalkan kebermanfaatan internet yang salah satunya ditandai dengan potensi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai total valuasi 124 miliar Dolar AS pada tahun 2025 mendatang," ujar Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5/2021).

"Di saat bersamaan, literasi digital adalah sebuah keniscayaan untuk membentengi warganet dari dampak-dampak negatif internet," tambahnya

Kominfo menuturkan acara yang digelar di Basket Hall, Jakarta ini akan menyuguhkan beragam ruang pamer Program Literasi Digital. Ruangan tersebut terinspirasi dari 4 Pilar Literasi Digital yang terdiri dari digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety, yang menjadi dasar menciptakan Digital Nation yang sehat, kuat dan berdaya.

Ruang pamer tersebut merupakan simulasi dari berbagai berbagai program literasi digital oleh Kominfo, Siberkreasi, WIR Group, Shinta VR, Paberik Soeara Rakjat, dan SMK Coding.

Seperti salah satu ruangan yang menyuguhkan kolaborasi antara Kominfo dengan Siberkreasi yang menyajikan kelas Podcast secara gratis, dengan materi komprehensif termasuk demo pembuatan podcast, hardware & Software Breakdown, sampai ke taping podcast.

Ada juga ruangan WIR Group yang menampilkan teknologi Augmented Reality yang kali ini menghadirkan kecanggihan untuk 'menghidupkan' beberapa Presiden Republik Indonesia, melalui foto dari Soekarno, Abdurrahman Wahid, hingga Joko Widodo. Tiap foto merupakan 'marker' untuk menjalankan content digital yang telah tersimpan di dalam gadget yang digunakan oleh user.

Dalam exhibition ini, tiap Presiden RI menyampaikan salah satu pidato sambutan dari beberapa event tertentu. WIR Group menggunakan teknologi Augmented Reality yang telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional, antara lain di Silicon Valley di tahun 2015 dan 2016, di London, dan di Chicago.

Selain itu WIR Group juga menampilkan AR Pedia yang memungkinkan objek Augmented Reality dapat muncul dari permukaan lantai tanpa menggunakan marker khusus. Contoh yang dihadirkan adalah Presiden Joko Widodo dalam bentuk animasi 3D memberikan arahan tentang pencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Tak hanya itu, pada program ini, Kominfo juga menghadirkan ruangan Shinta VR yang akan menampilkan dua produk showcase yakni SpaceCollab dan Millealab. Space Collab adalah platform multiplayer Virtual Reality yang dapat menyatukan orang-orang di dunia virtual untuk melakukan berbagai macam aktivitas tersinkronisasi.

SpaceCollab sudah diujicobakan di Kejaksaan Agung RI untuk melakukan simulasi sidang virtual. Keunggulan SpaceCollab tersebut adalah bisa membuat Avatar 3D secara cepat hanya dengan foto selfie lalu langsung menjadi karakter virtual yang dapat berinteraksi dengan Avatar lain di dunia virtual. SpaceCollab dapat dijalankan secara multi devices (VR atau Handphone atau Komputer).

Sedangkan Milllealab merupakan platform 3D dan VR untuk pendidikan K-12. Pada ajang ini, akan ditampilkan bagaimana Millealab dapat dengan mudah digunakan oleh guru-guru untuk membuat konten belajar berbasis teknologi 3D dan VR.

Millealab sudah diakses di 34 provinsi dan melatih 2500 guru dan menghasilkan 150 guru ambassador VR Indonesia. Keunggulan Milllealab adalah mudah digunakan, tidak perlu coding, tidak perlu infrastruktur mahal, background riset yg solid.

Selain itu, Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi yang terdiri lebih dari 110 komunitas, mendokumentasikan lebih dari 150 tema kelas pelatihan digital dari level dasar, menengah hingga lanjutan menggunakan aplikasi mobile yang mudah dan murah untuk diakses oleh masyarakat. Ini merupakan kerjasama dengan codelite, 1000apps, feedloop dan sekolah beta hacker class program bersama altera academy.

Tidak hanya itu, Ruang Pamer ini juga menampilkan berbagai aktivitas dan program literasi digital yang sudah dirintis oleh berbagai institusi pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, komunitas, platform, yang tergabung sebagai mitra Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Siberkreasi menjadi manifestasi dari semangat gotong royong aksi nyata meningkatkan kapasitas digital masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Jokowi mengenai Percepatan Transformasi Digital Nasional khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital.

Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring ini juga mendapatkan apresiasi dan penghargaan Rekor Museum Republik Indonesia (Muri) untuk Pertemuan Daring Peserta Terbanyak.



Simak Video "Nicholas Saputra Sambut Baik Program Literasi Digital Kemkominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)