Lindungi UMKM Lokal, Shopee Batasi Jual Barang Impor

Lindungi UMKM Lokal, Shopee Batasi Jual Barang Impor

Jihaan Khoirunnisaa - detikInet
Jumat, 21 Mei 2021 14:54 WIB
ilustrasi paket ecommerce
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Platform e-commerce Shopee mengeluarkan kebijakan dengan membatasi akses penjual lintas negara atau cross border untuk 13 kategori produk. Adapun kategori produk yang dibatasi, yaitu hijab, atasan muslim wanita, bawahan muslim wanita, dress muslim, atasan muslim pria, dan bawahan muslim pria. Kemudian outerwear muslim, mukena, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, peralatan salat, batik, dan kebaya.

Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja menilai kebijakan ini bisa menghadirkan ekosistem yang lebih baik bagi pengembangan UMKM dalam negeri. Sebab menurutnya Indonesia merupakan negara pertama lahirnya Shopee sebelum ada di negara lain.

"Kalau dibelah ya, DNA kita sudah pasti Merah-Putih," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5/2021).

Lebih lanjut dia menyebut besaran penjualan cross border hanya sebesar 3 persen dari total penjualan Shopee. Dengan adanya kebijakan ini maka persentase penjualan cross border akan semakin kecil.

"Pembatasan ini justru akan dapat meningkatkan porsi penjualan dari UMKM yang juga berpengaruh positif pada bisnis Shopee," terangnya.

Diungkapkannya kebijakan pembatasan ini diyakini mampu melindungi sekaligus mendorong inovasi produk UMKM lokal agar semakin memiliki daya saing di pasar global.

"Selain pembatasan ini, kami juga memiliki program yang siap membawa UMKM Indonesia menembus pasar ekspor melalui Shopee," katanya.

Sejumlah pelaku UMKM merasa sangat terbantu dengan dikeluarkannya kebijakan pembatasan akses penjual cross border. Salah satunya yaitu Irfan Feri Irawan yang merupakan pemilik toko Annoor di Shopee. Sebagai pengusaha di bidang busana Muslim yang bermarkas di Garut, Jawa Barat, dirinya mengaku tergerak untuk semakin meningkatkan lini produknya.

"Dengan pembatasan 13 kategori produk impor, kita bisa bekerja sama dengan para pengrajin lokal untuk bersama-sama memperluas jangkauan bisnis kami di pasaran lokal dan internasional, meskipun bermarkas di Garut. Kita sangat berterima kasih atas bantuannya platform Shopee, apalagi dalam aplikasi untuk ekspor, yang memperkenalkan produk-produk Annoor ke luar negeri!," tuturnya.

Upaya Shopee ini turut diapresiasi Kementerian Koperasi dan UKM. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menilai kebijakan ini adalah wujud perlindungan pada UMKM lokal di platform e-commerce cross border.

"Ini satu hal yang perlu diapresiasi. Shopee sudah bersedia melakukan pembatasan penjualan 13 produk dari luar negeri yang memang sudah bisa dibuat oleh UMKM kita sendiri," kata Teten.

Diungkapkannya, nilai industri fesyen muslim di Indonesia mencapai Rp 280 triliun per tahun. Sementara nilai industri Batik dalam negeri mencapai hampir Rp 5 triliun.

"Jadi ini adalah bentuk perlindungan terhadap industri yang nilainya mencapai hampir Rp 300 triliun," jelasnya.

Selain itu, Teten juga mengatakan kebijakan ini akan membuat UMKM menjadi prioritas penjualan di platform Shopee.

"Kami juga berharap ini bisa diikuti oleh platform digital lainnya," tandasnya.



Simak Video "Resmikan Kampus Khusus UMKM, Gibran: Agar Solo Naik Kelas"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)