Ketika Radio Komunikasi Lebih Bermanfaat Ketimbang 4G di Papua

Kolom Telematika

Ketika Radio Komunikasi Lebih Bermanfaat Ketimbang 4G di Papua

- detikInet
Selasa, 18 Mei 2021 13:16 WIB
Radio SBB
Radio SBB. Foto: dok Airadio
Jakarta -

Untuk kawasan Pasifik Selatan, jaringan serat optik untuk melayani 4G dan internet di Papua sangat jauh tertinggal. Papua sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan Papua Nugini (PNG), negara yang berbatasan langsung dengan Provinsi Papua.

Jaringan serat optik PNG terkoneksi langsung dengan Sydney, Vanuatu, Tonga, Hawaii, dan Guam. Sementara jaringan 4G di Papua, sinyal kuat hanya dapat dijumpai di kota-kota padat penduduk seperti Kota Jayapura, Kota Timika, Kota Merauke, Kota Manokwari, dan Kota Sorong.

Sedangkan kabupaten-kabupaten lainnya, jaringan internet tidak secepat di Kota Jayapura. Pada umumnya masih mengandalkan 2G, itu pun hanya terbatas di ibukota kabupaten atau distrik yang dekat dengan ibukota kabupaten.

Semakin jauh dari ibukota kabupaten, sangat sulit dijumpai sinyal internet. Warga hanya mengandalkan telepon seluler yang hanya bisa SMS dan telepon saja.

Untuk beberapa tempat tertentu, warga kadang untuk mendapatkan sinyal telpon, harus naik puncak bukit yang tinggi di tengah hutan. Sementara daerah di pedalaman yang tidak terjangkau jaringan telpon 2G, warga dalam berkomunikasi sangat mengandalkan radio SSB (Single Side Band).

Tower SSB ini hanya terdapat di kantor distrik (kecamatan) atau di rumah petugas lapangan terbang perintis. Petugas distrik menggunakan radio SSB untuk berkomunikasi dengan pihak terkait di ibukota kabupaten, petugas lapangan terbang berkomunikasi menggunakan radio SSB dengan pilot pesawat kecil atau operator penerbangan perintis di Bandara Sentani.

SSB ini merupakan sistem komunikasi dengan gelombang radio berfrekuensi VHF-AM untuk sipil dan VHF-FM untuk militer. Melalui komunikasi dengan radio SSB petugas lapangan terbang perintis dapat mengarahkan pesawat kecil.

Melalui radio SSB, petugas dari Bandara Sentani menanyakan keadaan cuaca di pedalaman untuk mengetahui apakah pesawat bisa mendarat atau tidak.

Radio SSB juga sangat bermanfaat dalam pelaporan penyelenggaraan pemilu di pedalaman. Radio SSB juga sangat membantu tenaga medis yang ada di Puskesmas pedalaman, mengabarkan stok obat-obatan serta alat kesehatan lainnya. Jika stok menipis maka minta untuk dikirim segera.

Radio SSB juga sangat menolong sekali kalau ada warga yang sakit, sehingga butuh segera dievakuasi darurat menggunakan pesawat kecil.

* Penulis adalah Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua.



Simak Video "Walau Sudah Bisa 5G, XL Axiata Masih Pakai Spektrum untuk 4G"
[Gambas:Video 20detik]
(Hari Suroto/fay)