Tren TikTok 'Don't Search This Up' Isinya Akun Porno dan Kekerasan

Tren TikTok 'Don't Search This Up' Isinya Akun Porno dan Kekerasan

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 26 Apr 2021 15:36 WIB
Muncul tren TikTok dont search this up yang ternyata menimbulkan masalah. Tagar tersebut dimanfaatkan untuk promosi akun porno dan penuh kekerasan.

Mengutip BBC News, ada sejumlah video pornografi hardcore yang ditampilkan sebagai foto profil akun TikTok. Ada pula rekaman pembunuhan pilot Yordania, Muadh al-Kasasbeh, oleh kelompok ISIS, yang dibakar sampai mati di dalam sebuah sel pada tahun 2015.

Akun yang melanggar ketentuan TikTok ini biasanya diberikan nama dengan huruf atau kata-kata yang acak. Akun tersebut tidak punya video lain selain video yang cuplikannya ia unggah sebagai foto profil.
Tren TikTok yang dikecam dan berhasil manfaatkan celah platformnya. Foto: ERANICLE/ BBC
Jakarta -

Muncul tren TikTok 'don't search this up' yang ternyata menimbulkan masalah. Tagar tersebut dimanfaatkan untuk promosi akun porno dan penuh kekerasan.

Mengutip BBC News, Senin (26/5/2021) ada sejumlah video porno hardcore yang ditampilkan sebagai foto profil akun TikTok. Ada pula rekaman pembunuhan pilot Yordania, Muadh al-Kasasbeh, oleh kelompok ISIS, yang dibakar sampai mati di dalam sebuah sel pada tahun 2015.

Akun yang melanggar ketentuan TikTok ini biasanya diberikan nama dengan huruf atau kata-kata yang acak. Akun tersebut tidak punya video lain selain video yang cuplikannya ia unggah sebagai foto profil.

Jadi, pengguna hanya perlu mencari 'don't search this up' dan akan muncul berbagai video yang merekomendasikan sebuah akun. Para ahli sepakat bahwa ada celah TikTok yang berhasil dieksploitasi pihak tidak bertanggung jawab.

"TikTok memiliki reputasi yang cukup positif dalam hal kepercayaan dan keamanan, jadi saya tidak akan menyalahkan mereka karena tidak memiliki kebijakan moderasi dan alat untuk mengatasi tren negatif yang tidak mereka sadari," kata Roi Carthy, dari perusahaan moderasi media sosial L1ght.

"Jelas TikTok sedang bekerja untuk menghentikan tren ini. Tapi bagi para pengguna, seperti biasa, kewaspadaan adalah kunci," sambungnya.

Ia pun meminta para orangtua terus mengenali aplikasi yang digunakan anak-anak mereka demi guna menyadari risiko yang ada.

Sementara itu, TikTok melalui juru bicaranya mengatakan sudah melakukan aksi terkait kabar tersebut.

"Kami telah secara permanen memblokir akun yang berusaha untuk mengelak dari aturan kami melalui foto profil mereka dan kami telah menonaktifkan tagar #dontsearchthisup. Tim keamanan kami melanjutkan analisis mereka dan kami akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan komunitas kami," ujarnya.

TikTok menambahkan bahwa setelah dinonaktifkan, tagar itu tidak dapat ditemukan dalam pencarian atau dibuat lagi. Tim moderasi TikTok juga menganalisis dan menghapus istilah sejenis yang digunakan untuk tren.

Simak juga 'Permintaan Maaf TikTokers Haga Mars Usai Konten Rape Jokes Viral':

[Gambas:Video 20detik]



(ask/fay)