Gegara Thierry Henry, Pemain Arsenal Mau Boikot Medsos

Gegara Thierry Henry, Pemain Arsenal Mau Boikot Medsos

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 31 Mar 2021 18:30 WIB
LONDON, ENGLAND - JANUARY 30: Thomas Partey, Nicolas Pepe and Alexandre Lacazette of Arsenal stand over a free kick during the Premier League match between Arsenal and Manchester United at Emirates Stadium on January 30, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Andy Rain - Pool/Getty Images)
Pemain Arsenal. Foto: Getty Images/Pool
London -

Para pemain Arsenal kabarnya tengah berdiskusi untuk membicarakan kemungkinan boikot media sosial. Tindakan itu mungkin saja dilakukan untuk mengikuti jejak legenda klub asal London itu, Thierry Henry.

Henry saat ini menjadi bintang olahraga paling tenar yang memutuskan untuk berhenti menggunakan medsos. Ia menilai para perusahaan medsos sejauh ini tidak bertindak maksimal untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti pelecehan sampai rasisme. Padahal persoalan itu dirasakan semakin gawat.

Maka, Henry menyatakan tidak akan mengaktifkan lagi medsos sampai mereka tegas menindak hal tersebut. "Mudah sekali untuk bikin akun, lalu memakainya untuk bully dan mengacau tanpa konsekuensi dan bisa tetap anonim. Volume besar rasisme, bully dan menyebabkan siksaan mental pada individu terlalu beracun untuk diabaikan," kata Henry.

Arsenal sendiri telah mengkampanyekan #StopOnlineAbuse untuk menekan perusahaan medsos seperti Twitter dan Instagram agar benar-benar serius mencari solusi. Terlebih beberapa pemain Arsenal seperti Eddie Nketiah, Willian dan Granith Xhaja jadi korban rasisme di platform tersebut.

Maka tidak menutup kemungkinan bahwa para pemain Arsenal bakal beraksi lebih keras seperti yang dilakukan oleh Henry, agar permintaan mereka tidak diabaikan begitu saja. Arsenal sendiri sudah mengeluarkan pernyataannya.

"Di sepakbola dan lainnya, kami melihat dunia diracuni kebencian rasisme dan kalimat diskriminatif. Kita tidak bisa meremehkan imbas dari pelecehan itu kepada para individu," sebut Arsenal yang dikutip detikINET dari Daily Mail.

Untuk saat ini, boikot media sosial masih sebatas rencana. Arsenal juga menangani kasus yang terjadi per individu. Tapi tak menutup kemungkinan seluruh pemain memutuskan bersatu dan meninggalkan medsos agar aksi protes menjadi lebih konkret.



Simak Video "Penjelasan Polri soal Netizen yang 'Diproses' Usai Komentari Gibran"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)