Facebook Cegah Militer Myanmar Sebar Disinformasi

Facebook Cegah Militer Myanmar Sebar Disinformasi

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 13 Feb 2021 06:00 WIB
Kudeta Myanmar: Demo berlanjut, kaum buruh mogok nasional dan serukan pembebasan Aung San Suu Kyi
Facebook Cegah Militer Myanmar Sebar Disinformasi. Foto: BBC World
Jakarta -

Facebook mencoba membatasi penyebaran disinformasi oleh militer Myanmar setelah mereka mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pekan lalu.

Raksasa media sosial tersebut mengatakan, pihaknya memperlakukan situasi di Myanmar sebagai keadaan darurat. Situasi ini membuat Facebook harus mengurangi distribusi konten secara signifikan, terutama pada halaman dan profil yang dijalankan oleh militer Myanmar.

Itu artinya, orang yang pengguna Facebook akan melihat lebih sedikit konten dari halaman-halaman tersebut di News Feed mereka. Facebook sendiri tercatat punya puluhan juta pengguna di Myanmar.

"Facebook juga telah menangguhkan tanpa batas badan-badan pemerintah Myanmar agar tidak menggunakan channel khusus yang disediakan bagi para pejabat untuk mengirim permintaan menghapus konten ke Facebook untuk menghapus konten," kata Director of Policy Facebook Asia Pacific Rafael Frankel lewat tulisan di blog resmi Facebook.

Dia mengatakan, Facebook akan melindungi konten, termasuk pidato politik yang memungkinkan rakyat Myanmar untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan kepada dunia apa yang terjadi di dalam negara mereka.

Pengumuman ini disampaikan Facebook sepekan setelah militer Myanmar merebut kekuasaan pemerintahan lewat kudeta dengan menahan pemimpin sipil negara itu, Aung San Suu Kyi dan banyak tokoh pemerintah top lainnya.

Setelah kudeta, layanan internet dan akses informasi di seluruh Myanmar terganggu sehingga membatasi kemampuan orang untuk mendapatkan berita tentang peristiwa tersebut.



Simak Video "Facebook Batasi Pergerakan Akun Militer Myanmar"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)